Mengenal Garang Asem Khas Pekalongan yang Legendaris

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 13:45 WIB
SEDAP : Penampakan kuliner Garangasem Khas Pekalongan di salah satu warung makan, Masduki. (IST)
SEDAP : Penampakan kuliner Garangasem Khas Pekalongan di salah satu warung makan, Masduki. (IST)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Berbicara soal kuliner khas Pekalongan, nasi megono mungkin menjadi salah satu menu yang paling mudah disebut. Namun, ada satu hidangan berkuah yang tak kalah menarik untuk diburu, yakni Garang Asem Pekalongan.

Tim metroPekalongan.com yang mencoba menjadi penjelajah kuliner sekaligus memberikan rekomendasi kepada pembaca, hidangan ini menarik bukan hanya karena namanya, tetapi juga karakter rasanya yang berbeda dari garang asem di daerah lain.

Garang Asem Pekalongan menggunakan daging sapi, bukan ayam sebagai bahan utamanya. Potongan daging, sandung lamur, tetelan hingga kikil dimasak sampai empuk, kemudian disiram kuah berwarna cokelat kehitaman.

Warna tersebut berasal dari kluwek. Namun jangan membayangkan kuahnya akan sepekat rawon. Justru di situlah daya tariknya.

Baca Juga: Polres Pemalang Tepis Narasi Liar Kasus Pelajar SD

Baca Juga: Taklukkan Pantura dan Alas Roban, Teguh Kejar Mimpi Bertemu Jokowi

Kuah Garang Asem Pekalongan cenderung encer dengan rasa asam, gurih dan segar. Belimbing wuluh, tomat hijau dan air asam jawa memberikan sensasi asam yang terasa jelas sejak suapan pertama.

Bumbu lainnya seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, serai, lengkuas, daun salam dan jahe membuat aroma kuah semakin kaya.

Kalau rawon identik dengan kuah hitam pekat, gurih dan kuat rasa kluweknya, Garang Asem Pekalongan menawarkan pengalaman yang lebih ringan dan menyegarkan.

Sederhananya, hidangan ini bisa dibayangkan sebagai perpaduan karakter sop daging yang segar dengan sentuhan kluwek. Dagingnya gurih, kuahnya asam dan aroma rempahnya membuat selera makan cepat bangkit.

Bagi pembaca yang ingin mencoba versi yang dikenal luas sebagai salah satu kuliner legendaris Pekalongan, metroPekalongan.com merekomendasikan Garang Asem H. Masduki sebagai salah satu tujuan utama.

Baca Juga: 14 Hari Dorong Gerobak, Keluarga Pemulung Tembus Alas Roban, Demi Jokowi

Baca Juga: Demi Bertemu Jokowi, Keluarga Pemulung Rela Dorong Gerobak

Garang Asem H. Masduki memiliki cabang di Kompleks Travel, Jalan Alun-Alun Utara, Keputran, Kota Pekalongan. Lokasi ini berada di kawasan pusat kota sehingga cukup mudah dijangkau wisatawan yang sedang berkeliling sekitar Alun-Alun Pekalongan. Data lokasi yang tersedia menunjukkan tempat ini buka sejak pagi hingga malam.

Garang Asem H. Masduki juga memiliki lokasi di Jalan Jenderal Sudirman No. 169, Kebulen, Pekalongan Barat. Cabang ini buka sekitar pukul 07.00 hingga 22.00 WIB berdasarkan informasi tempat usaha yang tersedia.

Menu garang asem akan semakin menarik ketika disantap bersama nasi putih atau nasi megono khas Pekalongan. Perpaduan kuah asam segar dengan gurihnya nasi megono menjadi salah satu kombinasi yang patut dicoba.

Bukan hanya H. Masduki, pemburu kuliner juga bisa memasukkan Rumah Makan Sedep Wangi di Jalan Dokter Wahidin sebagai pilihan lain.

Baca Juga: 10,9 Juta Penumpang Pilih Kereta, Minat Naik KAI Meningkat

Baca Juga: Ini Alasan Festival Literasi Kini di Halaman Dinarpus Kota Pekalongan

Rumah makan ini cocok untuk keluarga dan menyediakan beragam masakan Indonesia. Garang asem menjadi salah satu menu yang bisa ditemukan di tempat tersebut. Data terbaru menunjukkan lokasinya berada di kawasan Noyontaan, Pekalongan Timur, dengan jam operasional sekitar pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

Bagi yang ingin mencoba garang asem dengan karakter berbeda, ada pula Soto dan Garang Asem Kudus "Yen Yen" Spesial Ayam Kampung Asli di Jalan Dr. Sutomo.

Namun, pembaca perlu memperhatikan satu hal. Garang asem di tempat tersebut merupakan versi Kudus berbahan ayam kampung, sehingga berbeda dengan Garang Asem Pekalongan yang identik dengan daging sapi dan kuah kluwek. Tempat ini tercatat buka 24 jam.

Pilihan lainnya adalah Sego Dalem di Jalan Dr. Sutomo. Tempat ini menawarkan konsep makan yang lebih nyaman untuk keluarga dan juga memiliki menu garang asem dengan karakter berbeda.

Jadi, jangan sampai salah mengenali. Nama garang asem memang bisa ditemukan di berbagai daerah, tetapi racikan dan karakter kuahnya tidak selalu sama.

Garang Asem Pekalongan punya identitas sendiri: daging sapi empuk, kuah encer berwarna gelap, aroma rempah, serta rasa asam segar yang menjadi penanda utama.

 

Sesuaik rekomendasi metroPekalongan.com, kuliner seperti inilah yang menarik untuk dijelajahi. Sebab, menikmati makanan khas daerah bukan hanya soal kenyang, tetapi juga mengenal cerita, kebiasaan dan identitas sebuah kota melalui semangkuk hidangan.

Kalau sedang berada di Pekalongan dan ingin mencoba kuliner khas selain megono, Garang Asem Pekalongan layak masuk daftar tujuan. Datang, pesan semangkuk, dan rasakan sendiri perbedaan kuah kluwek yang asam, gurih dan menyegarkan tersebut.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Garang Asem Pekalongan Kuliner khas Pekalongan Garang Asem H Masduki Makanan khas Pekalongan Wisata kuliner Pekalongan