
METROPEKALONGAN.COM, Semarang – Rencana pengembangan data center berbasis kecerdasan buatan (AI) di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mulai menjadi perhatian. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memastikan proyek berkapasitas 240 megawatt (MW) itu belum beroperasi dan masih dalam tahap pengembangan.
Pemprov Jateng juga menyiapkan langkah antisipasi untuk meredam potensi penolakan masyarakat. Salah satunya dengan memastikan pengembangan proyek berada di kawasan yang memang diperuntukkan bagi kegiatan industri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Johan Hadiyanto menegaskan, kapasitas data center yang direncanakan di KITB sebesar 240 MW, bukan 1 gigawatt (GW) seperti yang ramai diperbincangkan.
“Data center di KITB saat ini masih dalam tahap pengembangan dan belum beroperasi,” kata Johan saat ditemui di Kantor DPMPTSP Jateng, Senin (26/10).
Johan meminta masyarakat tidak terburu-buru khawatir. Menurut dia, pemerintah masih mengkaji berbagai aspek pengembangan proyek tersebut secara bertahap.
“Jangan khawatir, semua dalam kajian. Kajian itu bertahap. Saat ini masih dalam proses. Kapasitasnya juga bukan 1 gigawatt, melainkan 240 megawatt,” tegasnya.
Baca Juga: Aren Jadi Andalan Green Industry di KITB, Target 25 Ribu Pohon untuk Dukung Energi Bersih
Dia menyebut pengembangan data center menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian infrastruktur data Indonesia. Karena itu, Pemprov Jateng mendukung investasi tersebut, terutama karena dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Johan mengatakan, manfaat investasi tidak hanya dirasakan sektor teknologi. Kehadiran industri data center juga berpotensi memicu efek berantai bagi berbagai sektor pendukung.
“Kami sangat mendukung investasi data center ini. Paling tidak, Jawa Tengah akan mendapatkan multiplier effect atau efek domino dari penyelenggaraan data center,” ujarnya.



