Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aaf Ajak Warga Lestarikan Pasar Jajan Gratis Pekalongan

L
Penulis: Lutfi Hanafi❯
MERIAH : Warga Sapuro Kebulen saat menikmati pasar Jajan Gratis di Kampung nya, dengan mengantri salah satu jajan di depan rumah warga, Jumat malam (21/8/2026).(IST)
MERIAH : Warga Sapuro Kebulen saat menikmati pasar Jajan Gratis di Kampung nya, dengan mengantri salah satu jajan di depan rumah warga, Jumat malam (21/8/2026).(IST)

Advertisement

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di tengah perubahan zaman, sejumlah kearifan lokal masih bertahan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Pekalongan.

Salah satunya adalah tradisi Pasar Jajan gratis, ketika warga membuka rumah dan menyediakan aneka makanan serta jajanan untuk siapa saja yang datang.

Tradisi tersebut bukan sekadar berbagi makanan. Di balik hidangan yang disajikan secara cuma-cuma, tersimpan nilai gotong royong, keramahan, kebersamaan, hingga semangat mempererat silaturahmi antar masyarakat.

Advertisement

Wali Kota Pekalongan H. Afzan Arslan Djunaid atau Aaf mengatakan, Pasar Jajan merupakan salah satu kearifan lokal yang masih hidup dan perlu terus dipertahankan.

Tradisi ini memungkinkan siapa saja, baik warga setempat maupun tamu dari luar daerah, untuk datang dan menikmati makanan yang telah disediakan.

“Pasar Jajan ini merupakan salah satu kearifan lokal yang masih hidup di Kota Pekalongan. Siapa saja yang datang dipersilakan mampir dan menikmati makanan yang disediakan warga,” ujar Aaf, Minggu (23/8/2026).

Menurut Aaf, tradisi Pasar Jajan juga memiliki kaitan dengan cerita masyarakat pada masa perjuangan kemerdekaan. Ketika sebagian warga berada di medan perjuangan, masyarakat yang tinggal di rumah ikut berperan dengan menyiapkan makanan bagi para pejuang yang kembali agar dapat memulihkan tenaga.

Semangat berbagi tersebut kemudian terus diwariskan dan berkembang di tengah masyarakat. Hingga kini, Pasar Jajan dapat dijumpai di berbagai lingkungan, mulai dari tingkat kampung, RT, RW, hingga kelurahan.

“Ini bagian dari budaya kita yang perlu terus dijaga dan dilestarikan. Di dalamnya ada semangat gotong royong, kebersamaan, dan keramahan warga,” kata Aaf.

 

Advertisement
Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com

Artikel Terkait

Wali Kota Aaf Minta Kreativitas Batik Harus Punya Merek

Wali Kota Aaf Minta Kreativitas Batik Harus Punya Merek

Wali Kota Pekalongan mendorong pelaku ekonomi kreatif memperkuat identitas produk dan mendaftarkan merek agar makin berdaya saing.

Batik Berlian dan BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 6.150 Pekerja Kota Pekalongan

Batik Berlian dan BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 6.150 Pekerja Kota Pekalongan

Program Batik Berlian Pemkot Pekalongan dan BPJS Ketenagakerjaan kini melindungi 6.150 pekerja rentan dengan jaminan sosial.

Porprov Jateng 2026, Kota Pekalongan Bidik 20 Emas

Porprov Jateng 2026, Kota Pekalongan Bidik 20 Emas

Kota Pekalongan membidik peringkat 15 dan 20 emas di Porprov Jateng 2026 dengan kekuatan atlet yang dinilai makin merata.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer