
METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di tengah perubahan zaman, sejumlah kearifan lokal masih bertahan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Pekalongan.
Salah satunya adalah tradisi Pasar Jajan gratis, ketika warga membuka rumah dan menyediakan aneka makanan serta jajanan untuk siapa saja yang datang.
Tradisi tersebut bukan sekadar berbagi makanan. Di balik hidangan yang disajikan secara cuma-cuma, tersimpan nilai gotong royong, keramahan, kebersamaan, hingga semangat mempererat silaturahmi antar masyarakat.
Wali Kota Pekalongan H. Afzan Arslan Djunaid atau Aaf mengatakan, Pasar Jajan merupakan salah satu kearifan lokal yang masih hidup dan perlu terus dipertahankan.
Tradisi ini memungkinkan siapa saja, baik warga setempat maupun tamu dari luar daerah, untuk datang dan menikmati makanan yang telah disediakan.
“Pasar Jajan ini merupakan salah satu kearifan lokal yang masih hidup di Kota Pekalongan. Siapa saja yang datang dipersilakan mampir dan menikmati makanan yang disediakan warga,” ujar Aaf, Minggu (23/8/2026).
Baca Juga: UMKM Binaan BI KPw Tegal Raup Rp1,18 Miliar di KKI 2026
Menurut Aaf, tradisi Pasar Jajan juga memiliki kaitan dengan cerita masyarakat pada masa perjuangan kemerdekaan. Ketika sebagian warga berada di medan perjuangan, masyarakat yang tinggal di rumah ikut berperan dengan menyiapkan makanan bagi para pejuang yang kembali agar dapat memulihkan tenaga.
Semangat berbagi tersebut kemudian terus diwariskan dan berkembang di tengah masyarakat. Hingga kini, Pasar Jajan dapat dijumpai di berbagai lingkungan, mulai dari tingkat kampung, RT, RW, hingga kelurahan.
“Ini bagian dari budaya kita yang perlu terus dijaga dan dilestarikan. Di dalamnya ada semangat gotong royong, kebersamaan, dan keramahan warga,” kata Aaf.



