Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Salat di Tempat Ini Pahalanya Seperti Umrah

Lutfi Hanafi • Jumat, 8 Maret 2024 | 20:56 WIB
MEGAH: Penampakan masjid Quba yang semakin megah setelah terus dilakukan renovasi dan pembagunan.
MEGAH: Penampakan masjid Quba yang semakin megah setelah terus dilakukan renovasi dan pembagunan.

METROPEKALONGAN.COM - Di antara tempat bersejarah yang dikunjungi para jemaah Haji atau umrah saat di Madinah, adalah Masjid Quba. Tidak sekedar tempat tujuan, ternyata salat dua rakaat di masjid ini, pahalanya sama seperti umrah.

Masjid Quba menjadi titik awal sejarah masjid dalam Islam. Berada di tepi Kota Madinah di kawasan perkampungan yang dinamai Quba, lebih kurang 5 kilometer di arah selatan Masjid Nabawi. Di sudut perempatan jalan tidak jauh dari jalan baru yang menghubungkan Madinah-Mekkah-Jeddah.

Masjid Quba dibangun pada tahun 1 hijriyah atau 622 masehi. Saat Rasulullah SAW, hijrah ke Madinah.

Menurut keterangan Mahmud Fasya Al Falaki, seorang ulama ahli falak terkenal di Mesir, bahwa hari kedatangan Nabi di Quba adalah bertepatan dengan tanggal 20 September 622 M atau pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun 13 kenabiannya atau tahun 53 dari kelahiran beliau.

Oleh warga kampung Quba diminta singgah ke rumah-rumahnya. Namun Rasulullah SAW tidak mau dan akan berhenti, saat untanya berhenti. Kebetulan di sebidang tanah milik Kalsum bin Hadam dari Kabilah Amir bin Auf.

Dan di titik untanya berhenti, Rasulullah SAW membangun masjid pertama kali.  Dan beliau memerintahkan untuk membangun Masjid Quba, bahkan ikut terlibat dalam proses pembangunannya.

Batu pertama diletakkan oleh Nabi sendiri, kemudian berturut-turut diletakkan oleh Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Thalib. Selanjutnya dikerjakan oleh sahabat Muhajirin dan Anshar sampai selesai.

Masjid Quba adalah masjid yang pertama-tama didirikan oleh Nabi Muhammad SAW dan masjid ini.

Dan dibangun oleh Nabi Muhammad SAW 2 kali, pertama ketika kiblatnya menghadap Baitul Maqdis dan kedua ketika kiblatnya menghadap Baitullah.

Dalam membangun masjid ini beliau dibantu Malaikat Jibril yang memberi petunjuk kiblat masjid tersebut. Di masjid ini pula pertama kali diadakan shalat berjamaah secara terang-terangan

Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa Masjid Quba adalah masjid yang dibangun dengan dasar ketaatan dan ketaqwaan Rasulullah Saw kepada Allah SWT.

”Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS At-Taubah [9]: 108).

Setelah berada di Madinah, Rasulullah SAW selalu menyempatkan diri mendatangi Masjid Quba untuk melakukan shalat dua rakaat. Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Umar, dia berkata.

"Dahulu Nabi Muhammad Saw mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu dengan berjalan kaki atau berkendaraan kemudian melaksanakan shalat dua rakaat.”

"Sungguh aku sholat di Masjid Quba (dua rakaat) lebih aku sukai daripada sholat di Masjid Al-Aqsa." (HR Al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Abi Syaibah, dan Ibnu Syabbah).

Pada beberapa ketentuan yang menopang keutamaan sholat tersebut. Yaitu pertama untuk bisa mendapatkan pahala umroh dengan salat di Masjid Quba, hendaknya seseorang berwudu dari rumahnya atau dari hotelnya.

Kemudian setelah itu menuju ke Masjid Quba, sebagian ulama tidak mempersyaratkan berwudhu di rumah untuk mendapat pahala ini.

Di antaranya Ibnu Tamimiyyah dan As-Sindi. Namun semua sepakat bahwa berwudhu di rumah baru berangkat menuju Masjid Quba lebih afdal.

Kedua, jika telah berwudhu dari rumah atau hotel, lantas di tengah perjalanan menuju Masjid Quba wudhunya batal, silakan dia berwudhu lagi karena batalnya wudhu tersebut tidak menghalangi pahala umroh.

Ketiga sholat yang dinilai dengan pahala umrah bersifat umum, baik sholat fardhu maupun shalat sunnah. Jadi tidak ada shalat khusus, atau niat sholat khusus.(han/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#ramadhan #sholat #madinah #pahala #masjid quba