METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Siapa sangka film horor berlatar jalur angker Alas Roban di Gringsing Kabupaten Batang ini, justru membuat penonton menangis di bioskop.
Bukan hanya teror mistis, film Alas Roban menghadirkan drama ibu dan anak yang menghantam emosi, hingga banyak penonton mengaku terpaku dan terharu di akhir film.
Setelah sukses menggelar rangkaian premiere di Semarang, Batang, dan Tegal, film produksi Unlimited Production ini kembali menyapa penonton lewat pemutaran spesial di Pekalongan XXI, Kamis 25 Desember 2025.
Baca Juga: Rakorwasda Pemkot Pekalongan Digeber, Balgis Tegaskan Cegah Penyimpangan Sejak Dini
Antusiasme penonton terlihat sejak jam tayang pertama, dengan dua studio terisi penuh ratusan penonton.
Tiga pemeran utama, Michelle Ziudith (Sita), Fara Shakila (Gendis), dan Taskya Namya (Tika) hadir langsung menyapa penonton.
Kehadiran mereka disambut meriah, sekaligus menjadi momen interaksi hangat antara pemain dan penggemar.
Baca Juga: “SORE: Istri dari Masa Depan” Jadi Film Favorit Gen Z Pekalongan, Bikin Baper Sekota!
Dalam kesempatan tersebut, para cast kompak mengingatkan penonton agar tidak membocorkan jalan cerita film di media sosial.
“Tolong teman-teman jangan spoiler ya,” ujar Fara Shakila, disambut tepuk tangan penonton.
Senada, Taskya Namya meminta publik untuk mengajak orang lain menonton langsung di bioskop saat tayang nasional nanti.
Baca Juga: Pemkot Pekalongan Tata Ulang Data Disabilitas, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
“Daripada spoiler, lebih baik ajak nonton langsung mulai 15 Januari 2026,” katanya.
Reaksi emosional justru datang dari penonton. Fairus, warga Tirto, mengaku sudah mengikuti perkembangan film Alas Roban sejak pertama kali diumumkan.
“Saya ikuti dari awal, dari kabar produksinya sampai behind the scene. Tapi jujur, filmnya jauh di luar ekspektasi,” ujarnya.
Menurut Fairus, ia semula mengira Alas Roban hanya menyuguhkan kisah hantu dan teror seperti film horor kebanyakan. Namun, alur cerita justru berkembang menjadi drama yang menyentuh.
Baca Juga: Kampung Clumprit Berubah, Dulu Kumuh, Kini Nol Kumuh Plus Bersertifikat Tanah
“Bukan cuma serem. Ada kisah ibu dan anak yang menusuk hati. Banyak penonton nangis di ending,” katanya.
Yang paling membekas, lanjutnya, film ini menghadirkan akhir cerita yang tuntas, tanpa ending menggantung seperti kebanyakan film horor Indonesia.
“Selesai nonton rasanya puas. Ending-nya jelas dan emosional,” tambah Fairus.
Alas Roban mengangkat urban legend jalur Alas Roban, kawasan hutan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang dikenal angker dan kerap disebut masyarakat sebagai “jalur tengkorak”. Namun sutradara Hadrah Daeng Ratu memilih tidak menjual horor semata.
Lewat karakter Sita, seorang ibu tunggal dari Pekalongan yang berjuang menyelamatkan putrinya Gendis di tengah teror gaib, film ini menyuguhkan konflik batin, pengorbanan, dan relasi keluarga yang kuat.
Unsur mistis justru menjadi latar yang mempertebal emosi, bukan sekadar alat menakut-nakuti.
Baca Juga: Promo Film, Maxime Bouttier Belanja Batik Pekalongan untuk Luna Maya
Didukung jajaran pemain seperti Rio Dewanto, Imelda Therinne, hingga Pritt Timothy, film ini memadukan mitos lokal, drama keluarga, dan ketegangan psikologis dalam satu napas cerita.
Film Alas Roban dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Januari 2026.
Dengan sambutan positif dari penonton premiere di berbagai kota, film ini digadang-gadang menjadi salah satu horor Indonesia yang berani tampil beda—menyeramkan sekaligus mengharukan.
Baca Juga: Lewat Nobar Film Sayap-Sayap Patah 2, Polres Pemalang Edukasi Masyarakat
Tak berlebihan jika Alas Roban disebut sebagai horor yang tidak hanya membuat jantung berdegup, tetapi juga menggugah perasaan hingga akhir cerita. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla