
METROPEKALONGAN.COM, Semarang – Lima kejadian kebakaran atau titik api muncul di sekitar jalur kereta api (KA) wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang selama September 2026.
Rentetan kejadian tersebut membuat KAI Daop 4 meningkatkan kewaspadaan. Pemantauan terhadap jalur dan lingkungan sekitar kini diperketat, terutama di tengah musim kemarau ketika rumput, jerami, sekam, sampah, serta material kering lainnya lebih mudah terbakar.
Bagi perjalanan kereta api, persoalan bukan hanya soal api yang mendekati jalur. Asap tebal yang muncul dari kebakaran juga dapat mengurangi jarak pandang masinis dan berpotensi mengganggu aspek keselamatan perjalanan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, kondisi lingkungan yang semakin kering perlu menjadi perhatian bersama.
“Saat musim kemarau seperti sekarang, rumput, jerami, sekam, dan material kering lainnya lebih mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur KA karena api dapat merambat dan asapnya berpotensi mengurangi jarak pandang masinis,” ujar Luqman, Jumat (18/9/2026).
Lima kejadian tersebut tersebar di sejumlah wilayah operasional Daop 4 Semarang. KAI bersama petugas kewilayahan dan pemadam kebakaran melakukan penanganan setiap kali menerima informasi mengenai kebakaran maupun titik api.
Kejadian pertama tercatat pada Minggu (6/9/2026) di sekitar KM 83+500 hingga KM 84+100 petak Kapuan–Cepu. Api membakar lahan tebu di sekitar jalur KA.
Petugas KAI berkoordinasi dengan unsur kewilayahan dan Damkar Kota Cepu untuk menangani kebakaran tersebut. Api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak menyebabkan gangguan terhadap perjalanan KA.
Masih pada hari yang sama, kebakaran terjadi di area belakang Griya Karya Tawang, sekitar Stasiun Semarang Tawang. Petugas KAI bersama pemadam kebakaran bergerak melakukan penanganan.



