METROPEKALONGAN.COM, Magelang – Selama lebih dari satu dekade, Eka Fitri Yanti tercatat sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.
Bagi ibu rumah tangga asal Kajoran, Kabupaten Magelang tersebut, keberadaan Program JKN telah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kesehatan dirinya dan keluarga.
Sekitar dua belas tahun lalu, dirinya terdaftar sebagai peserta PBI. Sejak saat itu, kartu JKN kerap ia gunakan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Ia mengaku cukup rutin datang ke fasilitas kesehatan untuk kontrol, memastikan kondisinya tetap terpantau dengan baik.
“Sudah sering saya gunakan, terutama untuk periksa rutin. Adanya Program JKN ini sangat membantu dan sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga,” ujarnya.
Sebagai ibu rumah tangga, Eka menyadari betul bahwa menjaga kesehatan bukan hanya soal diri sendiri. Aktivitas sehari-hari di rumah menuntut kondisi fisik yang prima. Ketika tubuh terasa kurang sehat, pekerjaan rumah pun ikut tertunda. Karena itu, ia memilih tidak menunda pemeriksaan jika ada keluhan.
Eka berbagi pengalamannya saat berobat menggunakan JKN yang selama ini ia nilai berjalan lancar. Ia mengikuti prosedur yang berlaku, mulai dari pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) jika diperlukan. Proses administrasi tidak berbelit selama mengikuti alur yang ditetapkan. Ia juga merasa dilayani dengan baik oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tempatnya berobat.
“Alhamdulillah, sejauh ini sangat bermanfaat dan memudahkan ketika ingin mendapatkan pelayanan kesehatan,” tuturnya.
Beberapa waktu terakhir, ia sempat mendengar kabar mengenai penonaktifan sebagian peserta PBI yang ramai diperbincangkan. Sebagai peserta PBI, ia mengaku sempat merasa khawatir. Namun setelah memastikan status kepesertaannya, ia merasa lebih tenang karena masih tercatat aktif.
Menurutnya, informasi yang jelas kepada masyarakat sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ia memahami bahwa pembaruan data dilakukan agar bantuan tepat sasaran. Selama masyarakat memperoleh penjelasan yang terbuka, ia yakin program ini tetap bisa berjalan baik dan memberi manfaat bagi yang membutuhkan.
Bagi Eka, manfaat paling terasa dari JKN adalah kepastian pembiayaan layanan kesehatan. Ia tidak perlu mengeluarkan biaya saat menjalani pemeriksaan atau pengobatan yang ditanggung. Hal tersebut tentu sangat membantu dalam mengatur keuangan keluarga.
Ia berharap Program JKN terus berjalan dan semakin meningkatkan kualitas layanan. “Semoga JKN tetap ada dan semakin baik ke depannya, karena sangat membantu kami, terutama peserta PBI yang memang membutuhkan jaminan kesehatan,” harapnya. (*/put)
Editor : H. Arif Riyanto