TKA di Industropolis Batang Tembus 3.000 Orang, Pekerja Asal China Mendominasi

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau KEK Industropolis Batang mencapai ribuan orang. Saat ini, populasi TKA diperkirakan berada di kisaran 2.000 hingga 3.000 pekerja, dengan mayoritas berasal dari China.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan, mengatakan keberadaan TKA di KITB hingga kini masih relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, pergerakan jumlah pekerja asing tetap dinamis karena adanya pergantian tenaga kerja yang selesai masa tugas dan pekerja baru yang masuk.
“Kalau di KITB itu sementara masih seperti tahun kemarin. Jadi peningkatan, karena ada yang sudah selesai terus balik, terus ada yang baru lagi,” katanya.
Menurut Haryono, kondisi tersebut merupakan hal yang lumrah di kawasan industri yang tengah berkembang pesat. Pergantian tenaga kerja terjadi seiring kebutuhan proyek dan ekspansi perusahaan yang beroperasi di dalam kawasan.
Dari sejumlah negara yang mengirimkan tenaga kerjanya ke KITB, China menjadi penyumbang TKA terbanyak. Selain itu, terdapat pula pekerja asing yang berasal dari Malaysia dan India.
“Kebanyakan dari warga negara China. Di bawah China, Malaysia ada. Terus kemudian ada beberapa yang India. Tapi yang paling banyak ya China,” ujarnya.
Ia menjelaskan, volume TKA di kawasan tersebut cenderung berfluktuasi mengikuti aktivitas investasi dan pembangunan yang berlangsung. Pekerja yang telah menyelesaikan kontrak akan kembali ke negara asal, kemudian posisinya diisi tenaga kerja baru sesuai kebutuhan perusahaan.
Ke depan, tren mobilitas TKA di KITB diperkirakan masih akan bergerak dinamis. Bertambahnya tenant, peningkatan kapasitas produksi, hingga masuknya investasi baru berpotensi memengaruhi kebutuhan tenaga kerja teknis dan tenaga ahli dari luar negeri.(yan)



