METROPEKALONGAN.COM, Batang – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang terus berinovasi meningkatkan mutu pelayanan medisnya.
Tidak sekadar menjadi bank penyedia stok darah, PMI Batang kini membidik target prestisius, meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Langkah strategis ini dinilai penting agar PMI Batang bisa menyejajarkan diri dengan daerah maju lainnya.
Di wilayah Jawa Tengah, standar kualitas pengolahan darah setinggi ini baru dikantongi oleh PMI Surakarta dan Banyumas.
Ketua PMI Kabupaten Batang, Achmad Taufiq, menegaskan pentingnya peningkatan mutu di unit pelayanannya agar manfaatnya semakin meluas.
Saat ini, pihaknya terus mengebut pembenahan. Mulai dari penataan alur ruangan medis hingga kelengkapan dokumen administrasi.
Namun, langkah menuju CPOB bukan tanpa rintangan. Pemenuhan alat medis berstandar khusus yang menyedot biaya fantastis masih menjadi ganjalan utama.
"Ada tiga sampai empat alat yang harus kita penuhi, itu nilainya hampir mencapai Rp4 miliar. Kalau dari SDM maupun dokumen, mungkin kita bisa penuhi. Tapi yang dari alat ini menjadi kendala khusus," terang dr. Edi.
Bila sertifikat CPOB berhasil dipegang, PMI Batang tidak cuma menjamin keamanan darah donor.
Lebih dari itu, PMI bisa memproduksi plasma darah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal di Kabupaten Batang.
"Plasma ini bisa digunakan untuk obat-obatan tertentu. Saat ini dari Banyumas dan Surakarta, plasma tersebut dikoordinir oleh PMI pusat untuk dibawa ke Korea. Kita sendiri saat ini belum bisa melakukan itu," jelasnya.
Di tengah upaya keras mengejar infrastruktur CPOB, PMI Batang memastikan program-program sosial dan kemanusiaan tidak akan dikesampingkan pada tahun 2026.
Bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dipastikan tetap menjadi program unggulan.
"Tahun 2025 kemarin dari rencana 30 rumah, bisa terealisasi 33 rumah untuk yang reguler. Kami juga ada bantuan non-reguler, misalnya rumah tertimpa pohon, kami bantu kisaran Rp5 juta sampai Rp10 juta," papar Achmad Taufiq. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla