METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang tengah mengincar pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) lewat minyak jelantah.
Pj Sekda Batang, Sri Purwaningsih menegaskan, setiap pegawai diimbau untuk menyiapkan minimal satu liter minyak jelantah.
Sehingga nantinya rekor Muri dapat dipecahkan saat momen HUT Kabupaten Batang tahun ini.
Perayaan tahun ini akan melibatkan partisipasi masif dari jajaran birokrasi, mulai dari PNS, PPPK, Tenaga Harian Lepas (THL), hingga perangkat desa.
“Target pertama yang dibidik adalah pengumpulan minyak goreng bekas atau jelantah. Uniknya, rekor ini dirancang khusus untuk lingkup aparatur pemerintahan,” ujarnya, Senin 9 Maret 2026.
Dijelaskan lebih lanjut, meskipun rekor MURI untuk pengumpulan minyak jelantah secara umum sudah menembus angka 45.000 liter, Pemkab Batang mengambil segmen yang berbeda.
Rekor ini dikemas khusus di bawah payung partisipasi abdi negara (PNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu), sehingga aksi ini sah didaftarkan untuk mencetak rekor baru.
Meski puncak perayaan HUT Kabupaten Batang jatuh pada pertengahan bulan depan, proses pengumpulannya akan dikebut lebih awal.
“Pelaksanaannya 10 April, sehingga mungkin kita umumkan pengumpulan sekitar tanggal 8, maksimal tanggal 9,” jelasnya.
Selain rekor lingkungan, kemeriahan hari jadi ini juga menargetkan rekor MURI kedua di bidang seni budaya.
Tari Babalu, yang merupakan tarian khas Batang, dipilih untuk ditarikan secara massal dengan melibatkan minimal 1.000 peserta.
Sri Purwaningsih menyebut, Tari Babalu dipilih setelah melalui proses kurasi yang ketat.
Pasalnya, target rekor lain seperti minum susu massal dinilai sudah terlalu tinggi untuk dipatahkan.
Menariknya, para peserta tidak akan direpotkan dengan kostum adat yang rumit.
Pemkab menyiapkan dress code unik dan kekinian bergaya kasual.
“Tidak perlu memakai pakaian yang seperti Tari Babalu itu, tetapi cukup nanti kita seragamkan memakai atasnya kaos hitam semua kemudian pakai kacamata hitam,” ungkapnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla