Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Logo Hari Jadi ke-402 Kabupaten Pekalongan Usung Filosofi Kapal Layar, Begini Maknanya

Nanang Rendi Ahmad • Minggu, 25 Agustus 2024 | 01:18 WIB

Logo Hari Jadi ke-402 Kabupaten Pekalongan
Logo Hari Jadi ke-402 Kabupaten Pekalongan

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kabupaten Pekalongan genap berusia 402 tahun pada 25 Agustus 2024 ini.

Pemkab Pekalongan memperingatinya dengan gegap gempita dan penuh hikmat.

Tema dan logo hari jadi ke-402 kali ini pun dirancang dengan makna yang filosofis. 

Pemkab Pekalongan dengan tegas mengangkat tema "Terus Melaju untuk Pembangunan Berkelanjutan".

Frasa "Terus Melaju" itu kemudian digambarkan pada logo hari jadi yang berbentuk bangun kapal layar. Bukan kapal layar yang sedang diam berlabuh, melainkan kapal layar yang tengah melaju menerjang ombak. 

Baca Juga: Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan 2024-2029 Resmi Dilantik, Ada Putra Bupati hingga Kakak-Adik Anak Pedagang Ikan Pindang

Bentuk kapal layar itu tergambar pada angka "4" (empat) pada logo. Layarnya menggunakan kain batik berwarna kuning dan bermotif padi-kapas. Sementara badan kapal berbentuk canting batik. 

Menurut Panitia Hari Jadi ke-402 Kabupaten Pekalongan dalam pers rilis, kain batik dan canting pada logo itu untuk menegaskan bahwa Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu daerah sentra penghasil batik.

Sementara motif padi-kapas untuk melambangkan kesejahteraan, sedangkan warna kuning untuk mencerminkan optimisme, kecerdasan, kesetiaan, kesenangan, dan harapan. 

Baca Juga: Bima dan Arimbi BPI Ramaikan Karnaval Kemerdekaan HUT RI ke 79 di Kabupaten Batang

Gambar bangun kapal layar itu diletakkan di atas gambar lima riak ombak. Lima riak ombak itu bermakna lima tantangan dan permasalahan mendasar yang perlu diatasi bersama di atas kapal pemerintahan Kabupaten Pekalongan dalam mewujudkan masyarakat sejahtera, adil, dan merata (setara).

"Setara" merupakan visi Bupati Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Riswadi. 

Lima tantangan yang dimaksud ialah menjamin adanya ruang publik sebagai sarana dalam mengemukakan pendapat, mewujudkan masyarakat yang demokratis (tidak mempermasalahkan SARA), mewujudkan masyarakat yang toleran, menjunjung pluralisme, dan keadilan sosial.

Baca Juga: Pj Bupati Batang Panjatkan Doa Bersama Pascagempa 

Lalu angka "0" (nol) pada logo berbentuk lima elemen yang saling berangkulan. Lima elemen berangkulan ini mengelilingi logo Kabupaten Pekalongan.

Maknanya, masyarakat yang heterogen dan terdiri dari berbagai latar belakang tetap berangkulan menjaga Kabupaten Pekalongan. Kemajemukan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan pontesial untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan. 

Angka "2" (dua) pada logo berbentuk selendang atau pita merah. Ini melambangkan semangat meraih prestasi gemilang dengan semangat membara, teguh, dan kuat untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan.

Lalu tulisan "Kabupaten Pekalongan" pada logo digambarkan dengan warna oranye. Warna tersebut digunakan untuk melambangkan keberanian, semangat, dan kegairahan. Sebab dalam spektrum warna, oranye berada di antara merah dan kuning. Merah melambangkan kekuatan dan energi, sementara kuning sebagai  keceriaan dan kebahagiaan.

Gabungan itu menghasilkan warna yang menghadirkan energi positif dan keberanian dalam memghadapi ombak kehidupan. (nra)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #logo #hut #Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 402