Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Mentari Sehat Indonesia Bersama RSUD Kraton Beri Motivasi dan Dukungan Pasien TBC

Nanang Rendi Ahmad • Minggu, 16 Maret 2025 | 15:43 WIB

BERI MOTIVASI: TIm SSR TBC Komunitas GF-ATM Mentari Sehat Indonesia menggelar pertemuan dukungan dengan pasien TBC RO di RSUD Kraton, Selasa (11/3/2025).
BERI MOTIVASI: TIm SSR TBC Komunitas GF-ATM Mentari Sehat Indonesia menggelar pertemuan dukungan dengan pasien TBC RO di RSUD Kraton, Selasa (11/3/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Tim Sub-Sub Recipent TBC Komunitas Global Fund Aids Tuberculosis Malaria (SSR TBC GF-ATM) Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Pekalongan bersama RSUD Kraton beri motivasi, edukasi, dan dukungan kepada pasien TBC.

Ketua Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Pekalongan M Nasyith Falqi mengatakan, saat ini pemerintah bersama berbagai lembaga sedang terus berupaya mengeliminasi TBC.

"Agar di masa depan Indonesia bebas dari penyakit TBC,  termasuk TBC RO (Tuberculosis Resisten Obat). Kami ingin pasien tetap semangat dan tidak menyerah menjalani pengobatan" katanya.

Baca Juga: Penderita TBC di Kabupaten Batang Capai 1.399 Jiwa, Terbanyak dari Batang

Sementara itu dokter Penanggung Jawab Pelayanan Poli TBC RO RSUD Kraton dr. Lolly Pattiselanno dalam kegiatan itu memaparkan tentang proses pengobatan TBC yang sedang berjalan di RSUD Kraton dan efek samping obat yang bisa dialami pasien.

"Efek samping setiap pasien berbeda ada yang mengalami mual, muntah, kaki kebas, perubahan warna kulit, bahkan sesak napas. Namun, semua itu bisa diatasi dengan pendampingan yang tepat. Namun yang terpenting, jangan sampai putus obat,'' jelasnya. 

Dalam sesi diskusi beberapa pasien TBC RO berbagi pengalaman  melawan penyakit ini.

Baca Juga: Gunungan Sampah 25 Tahun di Limpung Kabupaten Batang, Jadi Ancaman Bencana dan Penyakit

Rata-rata mereka mengalami efek samping mual, muntah, perubahan warna kulit, hingga sesak napas.

"Awal-awal minum obat, efek sampingnya terasa cukup berat seperti mual dan muntah. Namun lama-kelamaan mulai terbiasa,'' ujar salah satu pasien.

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pasien yang telah menyelesaikan pengobatan dan dinyatakan sembuh dari TBC RO.

Baca Juga: PDPI Jateng Gelar Bakti Sosial dan Simposium, Ajak Masyarakat Waspadai Persebaran Penyakit TB

Sertifikat diserahkan oleh Direktur RSUD Kraton dr. Henny Rosita yang diwakili Kabid Pelayanan Medis dr. Rosita.

Menurut dr Rosita, hal ini menjadi bukti penyakit TBC bisa disembuhkan apabila pasien patuh terhadap pengobatan.

''Melalui pertemuan ini, diharapkan pasien semakin termotivasi untuk menyelesaikan pengobatan serta menyebarkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan pengobatan TBC RO di masyarakat.'' katanya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #RSUD Kraton #SSR TBC Komunitas Mentari Sehat Indonesia #Mentari Sehat Indonesia