
METROPEKALONGAN.COM - Obat herbal kemasan yang praktis dan terasa melegakan telah lama menjadi andalan banyak orang Indonesia saat masuk angin atau badan tidak fit.
Namun, di balik citranya yang “alami dan aman”, sejumlah studi menunjukkan adanya potensi risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.
Salah satu komposisi yang kerap ditemukan dalam obat herbal kemasan pengusir masuk angin adalah ekstrak kayu angin (Usnea missaminensis).
Bahan ini mengandung senyawa aktif bernama asam usnat (usnic acid). Meskipun berasal dari alam, senyawa ini rupanya menyimpan risiko bagi organ hati jika terakumulasi dalam tubuh.
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. apt. Agung Endro Nugroho, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah hanya karena embel-embel “herbal”. “Obat alam itu tetap obat.
Prinsipnya, semua zat bisa menjadi racun jika tidak digunakan secara tepat guna,” tegas Prof. Agung seperti dikutip dari laman resmi UGM.
Ia menjelaskan, tidak semua obat alam boleh dikonsumsi bebas, apalagi jika digabungkan dengan obat lain tanpa indikasi yang jelas.
Peringatan tersebut sejalan dengan temuan medis dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center (MSKCC) di Amerika Serikat.
Institusi riset ini menyatakan bahwa konsumsi suplemen yang mengandung asam usnat telah dikaitkan dengan kasus toksisitas hati yang cukup parah.
Mekanisme kerusakannya terjadi pada tingkat seluler. Asam usnat yang dikonsumsi berlebihan dapat memicu stres oksidatif yang merusak mitokondria, atau “pabrik energi” di dalam sel hati. Akibatnya, sel-sel hati kehabisan tenaga dan mengalami kerusakan.
