Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sidak Takjil Pedagang Kota Pekalongan, Temukan 6 Makanan Positif Boraks

Lutfi Hanafi • Kamis, 5 Maret 2026 | 17:34 WIB

AMBIL SAMPEL - Tim Dinkes Kota Pekalongan saat mengambil sampel menu takjil di salah satu pedagang untuk dicek kandungannya.
AMBIL SAMPEL - Tim Dinkes Kota Pekalongan saat mengambil sampel menu takjil di salah satu pedagang untuk dicek kandungannya.


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Ada temuan baru selama pengawasan jajanan takjil selama Ramadan 2026 di Kota Pekalongan.

Jika pada tahun sebelumnya masih ditemukan kandungan formalin pada makanan. Tahun 2026 ini justru muncul kasus penggunaan boraks pada sejumlah jenis pangan yang dijual di masyarakat.

Sanitarian muda Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, Maysaroh menjelaskan, hasil pemeriksaan tahun ini menunjukkan perubahan pola penggunaan bahan berbahaya pada makanan.

Pada tahun 2025, dari 52 sampel makanan yang diperiksa, terdapat dua sampel positif mengandung formalin yang diduga terdapat pada mie basah.

Selain itu, satu sampel juga ditemukan mengandung rhodamin berwarna pink pada kerupuk mie usek.

Baca Juga: Kirab Imlek 2577 Kota Pekalongan Meriah, Toleransi Kian Menguat

Sedangkan pada tahun 2026 ditemukan tujuh sampel positif dari 200 jenis makanan yang diuji, terdiri dari enam kasus boraks dan satu rhodamin.

Dengan demikian, angka temuan makanan yang mengandung bahan berbahaya mengalami sedikit peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Menurut Maysaroh, sebagian pedagang sebenarnya tidak menyadari bahwa bahan yang mereka gunakan mengandung boraks.

Banyak di antaranya mengira bahan tersebut adalah garam bleng yang biasa digunakan dalam pembuatan makanan tertentu.

“Ada pedagang yang belum memahami perbedaan antara boraks dan garam bleng. Mereka mengira keduanya sama,” ujarnya.

Baca Juga: Dorong Perajin Kota Pekalongan Lebih Aktif Ikut Event Luar

Setiap temuan di lapangan langsung ditindaklanjuti dengan pembinaan kepada pedagang.

Jika makanan diproduksi sendiri, petugas akan memberikan edukasi serta alternatif bahan pengganti yang lebih aman.

Namun apabila makanan berasal dari pemasok atau produsen lain, identitas produsen akan dicatat untuk dilakukan penelusuran dan sidak lanjutan di lokasi produksi.

Pengawasan keamanan pangan ini dilakukan Dinkes bersama Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) yang melibatkan berbagai instansi terkait.

Dinkes juga menghimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih jajanan berbuka puasa.

Warga diminta memperhatikan ciri makanan yang mencurigakan, seperti tekstur yang terlalu kenyal, warna yang terlalu mencolok, atau daya simpan yang tidak wajar. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #sidak #takjil #pemkot pekalongan #menu takjil #pekalongan #Dinkes Kota Pekalongan #borak