METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Saat hujan deras mengguyur wilayah langganan banjir, warga Kota Pekalongan kini memiliki opsi bantuan cepat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan membuka akses bagi masyarakat terdampak banjir untuk mengajukan peminjaman pompa mobile melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Ini upaya Pemkot Pekalongan melakukan gerak cepat menangani banjir atau genangan air yang masih terjadi di sejumlah titik.
Melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA), DPUPR memobilisasi puluhan pompa air mobile ke wilayah rawan genangan. Hal ini untuk mempercepat surutnya air dan meminimalkan gangguan aktivitas warga.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, menyampaikan, penanganan banjir dilakukan secara responsif dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk dukungan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng).
“Penanganan kami fokus pada penempatan pompa-pompa mobile di wilayah yang terdampak cukup parah. Saat ini DPUPR Kota Pekalongan memiliki delapan unit pompa mobile yang siap dimobilisasi kapan saja,” ungkap Khaerudin saat dikonfirmasi, Minggu 8 Februari 2026.
Tak hanya mengandalkan aset daerah, DPUPR juga mendapatkan dukungan berupa pinjaman pompa dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan BPSDA Pemali Comal Provinsi Jateng.
Dari BBWS, dua unit pompa mobile ditempatkan di wilayah Meduri, Tirto, tepatnya Gang 12 dan Gang 16.
Sementara dua unit bantuan dari BPSDA Pemali Comal disiagakan di Jalan Teuku Umar untuk mengatasi genangan di Pasir Sari, serta di belakang Mako Brimob Kelurahan Setono.
Adapun delapan unit pompa mobile milik Pemkot Pekalongan disebar ke sejumlah titik krusial, di antaranya Gang 18 Tirto, wilayah Klego, Jalan Slamet Podosugih hingga Bandengan dan Bendingsari.
Di kawasan Bandengan–Bendingsari, dua unit pompa difokuskan menangani limpasan Sungai Bremi.
Satu unit lainnya juga ditempatkan di wilayah Podosugih, dekat RSU Bendan, karena genangan di area perumahan sempat cukup tinggi.
Khaerudin menjelaskan, kapasitas pompa yang digunakan bervariasi menyesuaikan kondisi lapangan.
Pompa bantuan BBWS memiliki kapasitas 200 hingga 500 liter per detik, sementara bantuan dari BPSDA Pemali Comal berkisar 150 hingga 300 liter per detik.
Adapun pompa milik Pemkot Pekalongan memiliki kapasitas mulai 100 hingga 500 liter per detik.
Pompa-pompa mobile tersebut juga dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Warga yang wilayahnya terendam banjir bisa mengajukan permohonan ke DPUPR untuk mendapatkan bantuan pompa, dengan mekanisme survei lapangan terlebih dahulu.
“Pompa mobile ini bisa dipinjam warga. Silakan mengajukan ke DPUPR, nanti petugas akan melakukan survei. Ada syarat teknis, seperti harus tersedia kolam kecil untuk pipa sedot dan saluran pembuangan air yang memungkinkan,” terangnya.
DPUPR memastikan akan terus memantau kondisi banjir secara dinamis. Jika genangan di satu lokasi sudah terkendali, pompa akan segera digeser ke wilayah lain yang masih membutuhkan penanganan lebih serius.
“Prinsipnya, kami bergerak cepat dan tepat sasaran. Begitu satu lokasi aman, pompa langsung kami alihkan ke titik lain,” tegas Khaerudin.
Melalui langkah ini, Pemkot Pekalongan berharap genangan air dapat segera teratasi dan aktivitas masyarakat kembali normal.
DPUPR juga mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melapor apabila terjadi genangan atau kondisi darurat di lingkungan masing-masing. (han/ida)