Jembatan Lebih Rendah dari Air Sungai, Pemkot Ajukan Perbaikan
Lutfi Hanafi• Selasa, 10 Maret 2026 | 13:59 WIB
JEMBATAN - Salah satu jembatan di wilayah Kota Pekalongan yang sering terendam rob, akan diajukan perbaikan.
METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Sejumlah jembatan di wilayah Kota Pekalongan kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Pasalnya, beberapa di antaranya memiliki posisi yang lebih rendah dari muka air sungai sehingga dinilai berpotensi menimbulkan persoalan saat debit air meningkat.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengajukan usulan penanganan kepada pemerintah pusat.
Usulan ini disampaikan melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah karena kebutuhan anggaran perbaikannya tergolong besar.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, menjelaskan bahwa peninggian struktur jembatan menjadi langkah yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi risiko banjir maupun kerusakan infrastruktur.
“Beberapa jembatan memang perlu ditinggikan karena posisinya berada di bawah muka air sungai. Salah satunya berada di wilayah Pasir Kraton Kramat, tepatnya di Pasir Sari yang melintasi Kali Bermi,” ujar Khaerudin, Selasa 10 Maret 2026.
Selain jembatan di kawasan Pasir Sari, kondisi serupa juga ditemukan pada jembatan di Jalan Angkatan 66, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Sultan Syahrir.
Ketiga jembatan tersebut dinilai membutuhkan penanganan agar lebih aman dan tidak menimbulkan gangguan pada aliran sungai maupun aktivitas masyarakat.
Menurutnya, proses peninggian jembatan membutuhkan anggaran yang cukup besar. Untuk satu jembatan saja, biaya yang diperlukan diperkirakan berkisar antara Rp1,2 miliar hingga Rp1,5 miliar.
“Karena anggarannya cukup besar, maka kami mengusulkan penanganannya ke pemerintah pusat melalui BBPJN Jawa Tengah,” jelasnya.