Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Haru Mudik Pemalang, Tuna Netra hingga Keluarga Terlantar

L
Penulis: Lutfi Hanafi❯

BANTU PEMUDIK - Anggota Polres Pemalang saat bantu pemudik yang tidak dapat angkutan menuju rumah,di POS Gandulan Rabu malam (18/3/2026).
BANTU PEMUDIK - Anggota Polres Pemalang saat bantu pemudik yang tidak dapat angkutan menuju rumah,di POS Gandulan Rabu malam (18/3/2026).


Advertisement

METROPEKALONGAN.COM, Pemalang - Di tengah padatnya arus mudik Lebaran 2026, Pos Terpadu Gandulan tak sekadar menjadi tempat singgah.

Di titik ini, beragam kisah haru pemudik terajut—dari perjuangan seorang tuna netra hingga keluarga yang sempat terlantar di perjalanan.

Sejak memasuki puncak arus mudik, Kamis 19 Maret 2026, aparat dari Polres Pemalang aktif menyambut para pemudik.

Advertisement

Sebagian datang untuk beristirahat, sementara lainnya turun dari bus untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah di Jawa Tengah. 

Di antara mereka, ada sosok Furqon Hidayat, 52, pemudik tuna netra asal Jakarta yang hendak pulang ke Desa Pamutih, Kecamatan Ulujami.

Ia sempat turun di simpang empat Gandulan dengan rencana melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum.

Advertisement

Namun, pengalaman yang ia dapat justru di luar dugaan. “Alhamdulillah di pos ini pelayanannya luar biasa. Dikasih makanan untuk berbuka, ada roti dan minuman,” ujarnya. 

Tak hanya itu, Furqon juga mendapat bantuan langsung dari petugas yang mengantarkannya menggunakan mobil layanan cepat kepolisian atau “mobil turbo” menuju tujuan berikutnya.

“Tadinya mau nunggu elf, ternyata langsung diantar polisi. Masya Allah, sangat terbantu,” ungkapnya haru.

Cerita lain datang dari Supriyono, 46, yang mudik bersama istri dan tiga anaknya dari Padang menuju Blora.

Perjalanan panjang mereka sempat terhenti setelah diturunkan dari bus di Gandulan untuk oper kendaraan—namun bus lanjutan tak kunjung datang. 

Dalam kondisi lelah setelah perjalanan tiga hari, keluarga ini akhirnya diajak petugas beristirahat di pos terpadu.

“Istri dan anak-anak betah di sini. Ada tempat bermain anak, ruang laktasi, dan jajanan juga,” katanya.

Setelah beristirahat, mereka pun difasilitasi untuk melanjutkan perjalanan menuju terminal dengan kendaraan dinas kepolisian.

Tak hanya menyediakan tempat istirahat, Pos Terpadu Gandulan juga dilengkapi layanan kesehatan gratis. Sutriyana, 43, salah satu pemudik, mengaku sangat terbantu dengan fasilitas tersebut.

“Pelayanan kesehatan ini sangat membantu, apalagi saya sedang sakit asam urat. Bisa istirahat dan diperiksa di sini,” ujarnya.

Di tengah hiruk pikuk perjalanan mudik, Pos Terpadu Gandulan menjadi lebih dari sekadar pos pengamanan.

Ia menjelma menjadi ruang kemanusiaan—tempat di mana lelah disambut, kesulitan dibantu, dan perjalanan panjang kembali menemukan harapan. 

Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, menjelaskan bahwa pos terpadu dirancang sebagai tempat singgah yang nyaman bagi pemudik.

Fasilitas yang disediakan cukup lengkap, mulai dari ruang istirahat, ruang laktasi, tempat bermain anak, pojok baca, charging station, hingga musala dan toilet.

“Kami ingin pemudik yang lelah bisa beristirahat dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan,” jelasnya.

Selain itu, layanan kesehatan dan fisioterapi gratis juga disiagakan melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Ikatan Fisioterapi setempat, guna memastikan kondisi fisik pemudik tetap prima. (han/ida)

Advertisement

Artikel Terkait

Jelang Nataru 2026, BBPJN Percepat Perbaikan Jalur Pantura Batang hingga Pemalang

Jelang Nataru 2026, BBPJN Percepat Perbaikan Jalur Pantura Batang hingga Pemalang

BBPJN Jawa Tengah-DIY mempercepat perbaikan Jalur Pantura Batang hingga Pekalongan menjelang Nataru 2026. Pengerjaan rigid pavement mencapai 7.151 meter.

Kuasa Hukum Akan Laporkan SDN 1 Kebondalem ke Inspektorat

Kuasa Hukum Akan Laporkan SDN 1 Kebondalem ke Inspektorat

Tim kuasa hukum keluarga Aqib menyiapkan laporan ke Inspektorat terkait dugaan lemahnya pengawasan perundungan di SDN 1 Kebondalem Pemalang.

Kuasa Hukum Rencana Somasi RSUD Terkait Penanganan Medis Aqib

Kuasa Hukum Rencana Somasi RSUD Terkait Penanganan Medis Aqib

Kuasa hukum keluarga Aqib menyoroti penanganan medis di RSUD dr Ashari Pemalang dan mempertimbangkan somasi hingga laporan hukum.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer