Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Modus Tiket KAI via PayLater, Ini Imbauannya

L
Penulis: Lutfi Hanafi❯
CEK TIKET : Petugas PT KAI saat cek tiket penumpang sebelum masuk area dalam stasiun Pekalongan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)
CEK TIKET : Petugas PT KAI saat cek tiket penumpang sebelum masuk area dalam stasiun Pekalongan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)

Advertisement

METROPEKALONGAN.COM, Semarang – Tawaran mendapat komisi hanya dengan membantu membelikan tiket kereta api bisa berujung tagihan PayLater. Modus penipuan ini tengah menjadi perhatian KAI Daop 4 Semarang karena memanfaatkan rekayasa sosial untuk menguras limit pembiayaan korban.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang menawarkan keuntungan atau imbalan dengan meminta bantuan memesankan tiket kereta api menggunakan akun PayLater pribadi.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif menjelaskan, modus tersebut bukan berasal dari kelemahan sistem pemesanan tiket KAI. Pelaku justru memanfaatkan manipulasi psikologis dan kelengahan calon korban.

Advertisement

Biasanya, pelaku mengawali aksinya dengan meminta bantuan kepada korban. Ada pula yang menawarkan komisi atau menjanjikan keuntungan cepat apabila korban bersedia menggunakan limit PayLater miliknya untuk membeli tiket.

Pelaku kemudian memanfaatkan akses atau kendali terhadap pemesanan untuk melakukan pembatalan atau refund. Ketika dana hasil pembatalan masuk, uang tersebut diarahkan kepada pelaku.

Sementara itu, korban justru harus menghadapi konsekuensi finansial. Tagihan PayLater tetap melekat pada akun yang digunakan untuk transaksi, termasuk kewajiban cicilan dan bunga sesuai ketentuan penyedia layanan.

“Setelah tiket terbit, pelaku memanfaatkan kendali akun pemesanan untuk memproses pembatalan tiket. Akibatnya, uang pengembalian dana pembatalan mengalir ke rekening pelaku, sementara korban tetap dibebani kewajiban tagihan cicilan PayLater beserta bunganya,” jelas Luqman.

KAI Daop 4 Semarang menegaskan, modus tersebut merupakan rekayasa sosial di luar sistem operasional tiket KAI. Infrastruktur transaksi dan sistem tiket KAI disebut telah menerapkan standar keamanan serta proses verifikasi.

Karena itu, masyarakat diminta tidak memberikan kendali transaksi kepada pihak lain, terlebih jika pembelian dilakukan menggunakan fasilitas pembiayaan pribadi.

“Modus ini murni merupakan rekayasa sosial di luar ekosistem operasional langsung KAI yang memanfaatkan kelalaian serta limit pembiayaan individu,” tegas Luqman.

Advertisement
Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com

Artikel Terkait

Argo Sindoro dan Merbabu Hilang, Ini Penggantinya

Argo Sindoro dan Merbabu Hilang, Ini Penggantinya

Argo Sindoro dan Argo Merbabu berganti nama menjadi KA Muria mulai 1 Oktober 2026. Simak jadwal baru dan cara beli tiketnya

Libur Maulid Nabi 216 Ribu Pelanggan Gunakan Layanan KAI Daop 4, Jakarta Jadi Favorit

Libur Maulid Nabi 216 Ribu Pelanggan Gunakan Layanan KAI Daop 4, Jakarta Jadi Favorit

Sebanyak 216.158 pelanggan menggunakan kereta api di KAI Daop 4 Semarang saat libur panjang Maulid Nabi, Jakarta jadi tujuan favorit.

KAI Daop 4 Semarang Pertahankan Ketepatan Waktu Nyaris 100 Persen

KAI Daop 4 Semarang Pertahankan Ketepatan Waktu Nyaris 100 Persen

KAI Daop 4 Semarang mencatat ketepatan waktu KA nyaris 100 persen. Koordinasi Pusdalop, petugas stasiun, dan masinis terus diperkuat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer