METROPEKALONGAN.COM, Yogyakarta – Kota Pekalongan kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Setelah berjuang lebih dari satu dekade dalam transformasi digital, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan akhirnya menembus lima besar nasional pada ajang Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) Award 2025.
Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, kepada Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo, Magister Manajemen FEB UGM, Yogyakarta, Kamis 18 September 2025.
Baca Juga: PMI Butuh Relawan Muda, Wali Kota Pekalongan Tekankan Regenerasi Kemanusiaan
“Alhamdulillah, tahun lalu kita ada di peringkat delapan, dan tahun ini naik kelima besar. Ini adalah bukti nyata komitmen kita untuk terus bertransformasi menuju tata kelola pemerintahan digital,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.
Perjalanan panjang ini dimulai sejak awal 2010-an, ketika Pekalongan mulai menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di berbagai sektor.
Dari layanan perizinan, kanal aduan masyarakat hingga transparansi anggaran, semua diarahkan menuju sistem digital agar lebih efektif, akuntabel, dan transparan.
Baca Juga: Bersihkan Sungai Meduri, Pemkot Pekalongan Rekrut Warga Nganggur di Padat Karya
Tidak hanya itu, Pemkot Pekalongan juga gencar menyiapkan sumber daya manusia dengan pelatihan teknologi bagi aparatur kelurahan dan desa, sehingga mereka mampu mengelola layanan digital berbasis kebutuhan masyarakat.
GM-DTGI merupakan indeks yang dikembangkan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) untuk mengukur kualitas transformasi digital pemerintah daerah.
Penilaiannya meliputi tujuh pilar utama: sistem pemerintahan elektronik, kepemimpinan digital, regulasi, tata kelola data, ekosistem digital, desain platform ramah pengguna, serta keamanan siber.
Baca Juga: Pelatihan Wasit Tarkam Diminati, Wali Kota Pekalongan Tekankan Profesionalisme
Data diambil dari situs resmi pemerintah daerah dan sumber publik kredibel. Meski berhasil masuk lima besar, Mas Aaf menegaskan perjalanan belum usai.
Ia mencontohkan Kota Semarang yang tahun lalu berhasil menjadi juara pertama GM-DTGI 2024, unggul dalam aspek kepemimpinan digital, ekosistem digital, dan desain platform.
“Kita juga terus belajar dari kota-kota lain, terutama Semarang, yang sudah membuka ruang kolaborasi dengan kita. Target saya tahun depan bisa masuk tiga besar,” tegas Mas Aaf.
Baca Juga: Polisi Masuk Sekolah, Ajak Pelajar Kota Pekalongan Jauhi Tawuran dan Tindak Anarkis
Capaian ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga bukti bahwa Kota Pekalongan terus beradaptasi menghadapi tantangan zaman.
Melalui inovasi digital, Pekalongan ingin menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan transparan bagi masyarakatnya.
Dengan dukungan seluruh elemen, Mas Aaf optimistis, Kota Pekalongan akan semakin berdaya saing di kancah nasional.
Baca Juga: KKN UMKABA 2025 Ajak UMKM Rejosari Barat Kuasai Pasar Digital
“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kepercayaan masyarakat dan keberanian berinovasi,” pungkasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla