
METROPEKALONGAN.COM, Belanda – Dua pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner dan Ole Romeny, sama-sama memperkuat Fortuna Sittard. Namun, perjalanan keduanya di Eredivisie 2026/2027 sejauh ini berjalan dalam cerita yang berbeda.
Hubner menjelma menjadi salah satu pemain paling konsisten di lini belakang, sedangkan Romeny masih berusaha mendapatkan kembali tempatnya sebagai pilihan utama di lini depan.
Hingga 2 November 2026, perbedaan menit bermain keduanya terlihat cukup mencolok. Hubner telah tampil dalam 11 pertandingan Eredivisie dan seluruhnya dimainkan sebagai starter dengan total 990 menit. Bek berusia 23 tahun itu bahkan selalu berada di lapangan selama 90 menit.
Sementara itu, Romeny baru mencatat enam penampilan dengan total 359 menit bermain. Penyerang Fortuna tersebut dua kali tampil sebagai starter dan dalam beberapa pertandingan harus memulai laga dari bangku cadangan.
Perbedaan peran itu juga tercermin dari statistik keduanya. Hubner memang belum menyumbangkan gol maupun assist, tetapi kontribusinya berada di sektor pertahanan. Ia mencatat 95 sapuan bola dan 11 intersep, sekaligus menjadi salah satu pemain penting dalam menjaga pertahanan Fortuna.
Di sisi lain, Romeny sudah menyumbangkan satu gol. Gol tersebut lahir ketika Fortuna menahan PSV Eindhoven 2-2 pada pekan pertama Eredivisie. Namun, perjalanan sang penyerang kemudian tersendat setelah menerima kartu merah langsung ketika menghadapi AZ Alkmaar.
Kartu merah tersebut menjadi salah satu momen yang memengaruhi persaingan Romeny di lini depan. Setelah kehilangan kesempatan tampil, pemain yang bergabung dari Oxford United dengan status pinjaman itu harus kembali berjuang mendapatkan kepercayaan untuk masuk starting eleven.
Kontras keduanya kembali terlihat ketika Fortuna menghadapi Excelsior pada 25 Oktober. Hubner dipercaya tampil sejak menit awal dan bermain penuh dalam kemenangan 1-0. Sementara Romeny baru mendapatkan kesempatan bermain pada babak kedua.
Hubner juga menunjukkan efektivitas dalam distribusi bola. Dari catatan yang tersedia, akurasi operannya mencapai 88 persen dengan 353 operan sukses. Romeny mencatat akurasi operan 83 persen dengan 50 operan sukses.
Dari sisi kedisiplinan, Hubner mengoleksi dua kartu kuning. Romeny memiliki satu kartu merah langsung yang turut menjadi bagian dari perjalanan sulitnya mendapatkan menit bermain secara konsisten.



