
METROPEKALONGAN.COM, Belanda – Jarak ribuan kilometer ternyata tidak menghapus hubungan keluarga dengan tanah leluhur. Jaël Pawirodihardjo dan Dean IJssel de Schepper menjadi dua pemain muda diaspora yang memiliki ikatan darah dengan Indonesia dan membuka peluang untuk memperkuat Timnas Garuda.
Kisah keduanya menarik karena garis keturunan Indonesia berasal dari keluarga yang memiliki akar di Pulau Jawa. Meski lahir dan tumbuh di Eropa, keduanya tetap memiliki hubungan keluarga dengan Indonesia.
Jaël Pawirodihardjo, penyerang kelahiran 27 September 2006, memiliki darah campuran Belanda, Suriname, dan Indonesia. Keturunan Indonesia mengalir dari pihak keluarga ibunya, dengan leluhur yang berasal dari tanah Jawa.
Baca Juga: Calvin Verdonk Ukir Sejarah, 5 Fakta Unik di Liga Champions
Nama Pawirodihardjo yang melekat pada dirinya juga memiliki nuansa kuat dengan tradisi penamaan Jawa. Hal tersebut membuat namanya cukup mudah menarik perhatian pencinta sepak bola Indonesia ketika mulai dikenal melalui kiprahnya di Belanda.
Sementara itu, kisah keluarga Dean IJssel de Schepper memiliki jejak yang lebih spesifik. Sang kakek lahir di Bandung, Jawa Barat, sedangkan neneknya berasal dari Surabaya, Jawa Timur.
Kedua leluhur tersebut kemudian menetap di Belanda. Dari garis keluarga sang ayah inilah Dean memiliki hubungan darah dengan Indonesia.

Ikatan keluarga itu menjadi salah satu alasan Dean tertarik mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia. Dalam wawancara sebelumnya, ia mengaku memperhatikan perjalanan Timnas Indonesia, termasuk pertandingan ketika Garuda menghadapi Arab Saudi dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dean juga mengungkapkan banyaknya pesan dari suporter Indonesia yang memintanya bergabung dengan Timnas. Namun, saat wawancara tersebut berlangsung, ia belum menerima pendekatan resmi dari PSSI.
Di sisi lain, Jaël juga menunjukkan sikap terbuka apabila federasi Indonesia menghubunginya. Ia menilai kesempatan membela negara asal leluhurnya akan menjadi sebuah kehormatan.
Keduanya kini memiliki perjalanan karier masing-masing di Eropa. Jaël menjalani kompetisi senior di Siprus, sedangkan Dean melanjutkan perkembangan sebagai penyerang muda di Belanda.



