Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Reno Munz, Bek Kidal Jerman yang Kini Berkarier di Belgia

L
Penulis: Lutfi Hanafi❯
Reno Munz (IST)
Reno Munz (IST)

Advertisement

METROPEKALONGAN.COM, Belgia– Lahir di Jakarta, berkembang di akademi sepak bola Jerman, lalu melanjutkan karier ke kasta tertinggi Liga Belgia. Itulah perjalanan Reno Morris Münz, bek muda yang kini memperkuat KVC Westerlo dan mulai menjadi perhatian pencinta sepak bola Indonesia.

Reno memiliki profil yang cukup menarik untuk seorang pemain bertahan. Dengan tinggi sekitar 188 sentimeter dan kaki dominan kiri, ia dapat bermain sebagai bek tengah, bek kiri, bahkan gelandang bertahan. Fleksibilitas tersebut membuatnya memiliki beberapa pilihan peran di lini belakang.

Perjalanan sepak bolanya dimulai bersama akademi SC Fortuna Köln pada 2012. Setelah sekitar satu dekade menjalani pembinaan, ia melanjutkan perkembangan karier di Bayer Leverkusen U-19 pada 2022 hingga 2024.

Di Leverkusen, Reno mendapatkan pengalaman dalam sistem pembinaan klub elite Jerman. Setelah itu, ia mengambil langkah menuju sepak bola senior dengan bergabung bersama SpVgg Greuther Fürth pada musim panas 2024.

Advertisement

Bersama Greuther Fürth, Reno mencatatkan 48 penampilan di Bundesliga 2 selama dua musim. Pengalaman bermain di kompetisi kasta kedua Jerman tersebut menjadi bekal penting sebelum akhirnya menerima tawaran dari KVC Westerlo.

Pada 1 Juli 2026, Westerlo resmi merekrutnya dengan kontrak hingga 30 Juni 2030. Kepindahan tersebut membuka babak baru bagi Reno untuk bersaing di kompetisi kasta tertinggi Belgia.

Namun, persaingan mendapatkan tempat utama di klub barunya tidak mudah. Pada musim 2026/2027, menit bermain Reno di kompetisi liga masih terbatas.

Berdasarkan catatan pertandingan hingga awal November 2026, ia tampil selama 84 menit dalam satu pertandingan liga dan belum menjadi pilihan reguler.

Ia juga mendapatkan kesempatan bermain penuh selama 90 menit saat Westerlo menghadapi Patro Eisden di Piala Belgia pada 16 Oktober 2026. Dalam pertandingan tersebut, Westerlo menang 2-0 dan Reno ikut membantu tim menjaga gawang tetap tanpa kebobolan.

Di luar perkembangan karier klub, Reno memiliki cerita yang membuat namanya relevan bagi sepak bola Indonesia. Ia lahir di Jakarta pada 2 Oktober 2005, meskipun tumbuh dan menjalani sebagian besar perjalanan sepak bolanya di Eropa. Namanya kini ikut disebut dalam pemberitaan mengenai basis pemantauan pemain potensial PSSI.

Advertisement

Artikel Terkait

Reno Munz, Bek Jerman Kelahiran Jakarta yang Dipantau PSSI

Reno Munz, Bek Jerman Kelahiran Jakarta yang Dipantau PSSI

Reno Munz, bek kelahiran Jakarta yang bermain di KVC Westerlo, masuk basis pemantauan PSSI dan menarik perhatian pencinta Timnas Indonesia.

Berdarah Maluku, Eks Ajax Tristan Gooijer Dikaitkan dengan Timnas

Berdarah Maluku, Eks Ajax Tristan Gooijer Dikaitkan dengan Timnas

Tristan Gooijer, eks bek Ajax berdarah Maluku, kini bermain di Lommel SK Belgia. Namanya kembali menarik perhatian pencinta Timnas Indonesia.

Mat Baker Tonton Persib, Tukar Jersey dengan Sandy Walsh

Mat Baker Tonton Persib, Tukar Jersey dengan Sandy Walsh

Mat Baker datang mendukung Persib Bandung di Melbourne. Pemain muda Timnas Indonesia itu bertemu Sandy Walsh dan saling bertukar jersey.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer