
METROPEKALONGAN.COM, Belanda – Nama Liam Otmar Irvan Oetoehganal menjadi salah satu pemain diaspora yang menarik perhatian pencinta sepak bola Indonesia.
Lahir dan tumbuh di Belanda, gelandang muda Sparta Rotterdam U-21 ini ternyata memiliki akar keluarga dari Desa Sungkai, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Hubungan Liam dengan Indonesia berasal dari garis keluarga ayahnya. Nenek dari pihak ayah disebut berasal dari Desa Sungkai. Latar belakang tersebut membuat pemain kelahiran Nijmegen, Belanda, 4 Mei 2004 itu memiliki ikatan keturunan dengan masyarakat Banjar.
Nama belakang Oetoehganal juga menjadi bagian menarik dari identitas keluarganya. Nama tersebut disebut memiliki kedekatan dengan istilah dalam budaya Banjar, yakni Utuh dan Ganal. Selain keturunan Banjar, Liam juga disebut memiliki darah Jawa, Suriname, dan Belanda.
Meski lahir jauh dari tanah leluhurnya, perjalanan Liam di sepak bola Eropa terus berkembang. Ia mengawali pendidikan sepak bola di akademi Feyenoord Rotterdam pada 2011 hingga 2022.
Selama lebih dari satu dekade, kemampuan dan pemahamannya terhadap permainan diasah melalui sistem pembinaan klub Belanda tersebut.
Setelah meninggalkan Feyenoord, Liam sempat melanjutkan karier di Belgia bersama Beerschot U-23. Pada Juli 2025, ia kembali ke Belanda dan bergabung dengan Sparta Rotterdam U-21 dengan kontrak hingga Juni 2027.
Di lapangan, Liam dikenal sebagai gelandang yang dapat menjalankan beberapa peran. Ia bisa ditempatkan sebagai gelandang bertahan maupun gelandang tengah.
Dengan kaki dominan kanan, ia memiliki kemampuan menjaga keseimbangan permainan, melakukan tekanan kepada lawan, serta membantu distribusi bola.
Liam juga pernah mendapat kesempatan membela Timnas Belanda U-16 pada 2019. Pengalaman internasional di kelompok usia tersebut menjadi bagian dari perjalanan sepak bolanya sebelum namanya dikaitkan dengan peluang memperkuat Timnas Indonesia.



