Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bocil hingga Kakek Adu ML di Piala DPRD Pekalongan 2026

Lutfi Hanafi • Senin, 16 Februari 2026 | 19:18 WIB

TEGANG - Naili satu-satunya atlet ML cewek asal Kota Pekalongan saat ikut turnamen Esports Piala Ketua DPRD Kota Pekalongan 2026 di GOR Unikal, Senin (16/2/2026).
TEGANG - Naili satu-satunya atlet ML cewek asal Kota Pekalongan saat ikut turnamen Esports Piala Ketua DPRD Kota Pekalongan 2026 di GOR Unikal, Senin (16/2/2026).


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Suasana GOR Universitas Pekalongan (Unikal) mendadak riuh, Senin 16 Februari 2026. Bukan pertandingan bola atau bulu tangkis, melainkan adu strategi dan refleks gim digital.

Dari bocah SMP hingga peserta berusia 45 tahun, semua larut dalam Kejuaraan Esports Piala Ketua DPRD Kota Pekalongan 2026.

Turnamen yang digelar di Kota Pekalongan ini sukses menyedot perhatian masyarakat. Sebanyak 288 peserta resmi tercatat bertanding, termasuk pemain cadangan jumlahnya tembus lebih dari 300 orang.

Mereka datang dari berbagai penjuru Kota Batik, membuktikan bahwa esports bukan lagi sekadar hobi, melainkan arena prestasi lintas generasi.

Ketua Esports Indonesia Kota Pekalongan, Fuhuluddin mengatakan, antusiasme peserta di luar dugaan. Bahkan, panitia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi semua kalangan usia.

“Ada yang paling muda 13 tahun dan yang tertua 45 tahun. Kami terbuka untuk semua, bahkan kalau usia 60 tahun masih mau ikut, silakan,” ujarnya.

Tiga nomor dipertandingkan dalam kejuaraan ini, yakni Mobile Legends (ML) kategori tim dengan 32 slot (160 pemain), Free Fire kategori tim dengan 24 slot (96 pemain), serta E-Football Console PS5 kategori perorangan dengan 32 slot—seluruhnya terisi penuh.

Pertandingan ML menjadi magnet utama. Sorak-sorai penonton terdengar setiap kali tim berhasil melakukan “wipe out” lawan. Di sudut lain, arena Free Fire tak kalah panas dengan strategi bertahan hidup hingga zona akhir.

Ajang ini tak hanya soal adu gengsi, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet digital Kota Pekalongan. Total hadiah Rp 10 juta disiapkan langsung oleh Ketua DPRD Kota Pekalongan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan olahraga elektronik.

“Kita tidak hanya mengejar prestasi, tapi juga mengarahkan generasi muda ke aktivitas positif,” tegas Fuhuluddin.

Dukungan juga datang dari KONI Kota Pekalongan. Ketua KONI Kota Pekalongan Edywan mengapresiasi turnamen ini sebagai langkah strategis menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng).

Menurutnya, cabang Esports sudah masuk prakualifikasi pada Pra-Porprov sebelumnya, khususnya nomor Free Fire. Meski tergolong cabang baru, peluang untuk meraih prestasi di Porprov Semarang Raya terbuka lebar.

Melalui kejuaraan ini, diharapkan lahir atlet-atlet esports potensial yang mampu membawa nama Kota Pekalongan bersinar di level provinsi, nasional, bahkan internasional. Dunia digital kini benar-benar menjadi arena baru perjuangan prestasi anak muda Kota Batik

“Walaupun cabor baru, sudah bisa masuk prakualifikasi itu bagus. Kami optimistis bisa bersaing,” ujarnya.

Di tengah dominasi peserta laki-laki, satu nama mencuri perhatian. Naili Zulfa, 15, siswi SMA Negeri 1 Pekalongan asal Kelurahan Tirto, menjadi satu-satunya peserta perempuan di kategori Mobile Legends.

Meski baru pertama kali mengikuti turnamen resmi, Naili bukan pemain baru. Ia telah menekuni gim tersebut sejak SMP dan rutin berlatih bersama rekan satu sekolah.

“Awalnya gugup karena lawannya cowok semua, tapi target tetap juara,” katanya mantap.

Keikutsertaan Naili menjadi bukti bahwa esports di Kota Pekalongan semakin inklusif. Dari bocil hingga orang dewasa, dari laki-laki hingga perempuan, semua punya panggung yang sama untuk unjuk kemampuan. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Unikal #kota pekalongan #esport #mobile legend #dprd #pekalongan #DPRD Kota Pekalongan