Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa USM Kampanyekan Komunikasi Positif dan Sehat

I
Penulis: Ida Nor Layla❯
KOMUNIKASI SEHAT : Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FTIK USM kampanye “Healthy Relationship di Lingkungan Sekolah.” di SD Negeri Peterongan 01 Semarang Bersama 60 siswa pada Jumat 22 Mei 2026.
KOMUNIKASI SEHAT : Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FTIK USM kampanye “Healthy Relationship di Lingkungan Sekolah.” di SD Negeri Peterongan 01 Semarang Bersama 60 siswa pada Jumat 22 Mei 2026.

Advertisement

METROPEKALONGAN.COM, Semarang – Nilai-nilai komunikasi positif sehari-hari atau healthy relationship harus diterapkan sejak dini, terutama sejak anak-anak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Tentunya tidak hanya di lingkungan sekolah, tapi dalam pergaulan sehari-hari dimanapun berada. 

Atas kesadaran tersebut, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK), Universitas Semarang (USM), menyelenggarakan kampanye “Healthy Relationship di Lingkungan Sekolah.” Kali ini dilaksanakan di SD Negeri Peterongan 01 Semarang Bersama 60 siswa pada Jumat 22 Mei 2026.

Advertisement

Ketua Pelaksana Kegiatan Kampanye, Diani Puji, mengungkapkan, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga menerapkan ilmu komunikasi secara langsung kepada masyarakat.

“Ini sekaligus menerapkan mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas yang dibimbing dan diampu oleh Dr. Yulianto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si.,” katanya.

Karena itulah, pihaknya mengajak para siswa-siswi agar memiliki sikap saling menghargai, menghormati, serta membangun hubungan pertemanan yang positif di lingkungan sekolah.

Advertisement

Selain itu, pihaknya juga mengajak pemateri Debora Yusi Irapapti, S.Th., selaku Kepala Koordinasi Departemen Praise and Worship di JKI Injil Kerajaan Kota Semarang bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi, Latifa Marwa.

Dalam kesempatan tersebut, para pemateri memberikan edukasi mengenai pentingnya komunikasi yang baik, menghindari perilaku perundungan (bullying), serta menanamkan nilai empati dan kepedulian terhadap sesama sejak usia dini.

Tidak hanya menyampaikan materi secara teori, Debora juga mengajak para siswa mengikuti permainan (games) edukatif untuk menanamkan sikap saling menghargai dan menghormati teman di lingkungan sekolah.

Para siswa pun sangat antusias mengikuti games interaktif tersebut. Bahkan mereka lebih mudah memahami pesan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung.

Advertisement
Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer