Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Begini Cerita Pengunjung yang Kehilangan Ponsel saat Kericuhan Festival Durian di Alun-Alun Kajen Kabuaten Pekalongan

Nanang Rendi Ahmad • Senin, 15 Januari 2024 | 16:50 WIB

 

RICUH: Kericuhan yang terjadi di acara Festival Durian 2024 saat puluhan ribu orang berebut gunungan durian, di Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (12/1/2024).
RICUH: Kericuhan yang terjadi di acara Festival Durian 2024 saat puluhan ribu orang berebut gunungan durian, di Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (12/1/2024).

KAJEN, METROPEKALONGAN.COM - Kericuhan terjadi saat Festival Durian di Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu 14 Januari 2024.

Festival ini ditaksir dihadiri 20-an ribu orang yang dikabarkan tak hanya berasal dari Kabupaten Pekalongan, melainkan juga dari luar kota.

Dalam kejadian ini, sejumlah orang pingsan hingga terluka karena berdesak-desakan.

Data yang diperoleh METROPEKALONGAN.COM, hingga sore usai acara sedikitnya ada lima orang yang harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kajen.

Beruntung kericuhan ini tidak sampai memakan korban jiwa. Lima orang yang dilarikan ke RSUD Kajen dikabarkan telah membaik dan kini menjalani rawat jalan.

Selain mengakibatkan korban terluka dan pingsan, dalam kericuhan ini tak sedikit orang kehilangan barang bawaan. Paling banyak kehilangan ponsel atau handphone (HP).

Ada remaja perempuan yang menangis naik ke atas panggung karena kehilangan HP-nya. Tak hanya satu, ia kehilangan dua sekaligus. Merk Vivo dan Infinix. Padahal dua HP tersebut ia simpan di dalam tas selempang yang ia gantung di depan perut. 

"Posisi sleting tas saya masih tertutup pas HP sudah hilang. Sebelum hilang juga tertutup. Saya desak-desakan tadi, tidak kerasa," ucapnya.

Nasib serupa juga dialami Yunis Mei Saputri. Remaja asal Kecamatan Kesesi ini kehilangan satu unit HP. Berbeda dengan remaja sebelumnya, Yunis mendapati tasny sudah dalam keadaan terbuka dan HP-nya tidak ada, tapi softcase HP itu masih ada.

"Tadi saya mau keluar karena berdesakan. Saya disorong-sorong dari sana-sini. Pas sudah berhasil keluar, tas saya terbuka, HP tidak ada, tapi ini (softcase) masih ada," ungkapnya.

Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan Abdul Baqi mengatakan, kejadian ricuh ini di luar prediksi panitia. Pihaknya akan bertanggungjawa atas korban yang dirawat di rumah sakit.

"Iya, segera akan kami tanggung untuk yang terluka. Nanti kami urus. Untuk yang kehilangan, ya, tidak," tandasnya. (nra/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #ricuh #Alun-Alun Kajen #pekalongan #festival durian