Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Revolusi Air Bersih di Pesisir, Pemprov Jateng Ubah Air Asin Jadi Tawar dengan Teknologi Desalinasi

Lutfi Hanafi • Rabu, 26 Maret 2025 | 03:56 WIB

 

TINJAU ALAT - Usai meresmikan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tinjau alat desalinasi di Rusunawa Slamaran, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Selasa (25/3/2025).
TINJAU ALAT - Usai meresmikan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tinjau alat desalinasi di Rusunawa Slamaran, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Selasa (25/3/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus berupaya mengatasi krisis air bersih di wilayah pesisir.

Kali ini dengan menerapkan teknologi desalinasi, yaitu pengolahan air asin menjadi air tawar yang layak konsumsi.

Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai solusi inovatif bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Selain menyediakan sumber air bersih, program ini juga bertujuan untuk mengurangi eksploitasi air tanah,” kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat meresmikan unit desalinasi di Rusunawa Slamaran, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Selasa 25 Maret 2025.

Menurutnya, eksploitasi air tanah telah menyebabkan penurunan permukaan tanah hingga 10 sentimeter per tahun, terutama di Semarang dan wilayah Pantura.

Oleh karena itu, Pemprov Jateng menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) dan Peraturan Daerah (Perda) terkait penggunaan air tanah, serta mendorong masyarakat untuk beralih ke air PDAM.

 

Unit desalinasi di lokasi ini mampu menghasilkan hingga 70 galon air minum per hari. Ini disediakan secara gratis bagi penghuni rusun serta masyarakat sekitar.

Jika kapasitas unit ini dapat mencukupi kebutuhan warga, maka distribusi air bersih bisa diperluas ke daerah lain yang terdampak krisis air.

Menurut Dosen Teknik Kimia Undip, I Nyoman Widiasa, unit desalinasi ini menggunakan teknologi reverse osmosis, yaitu sistem filtrasi yang mampu menghilangkan kandungan garam dan kontaminan lainnya dari air laut atau air payau.

Teknologi ini telah banyak diterapkan di negara maju dan kini mulai diperkenalkan di Jawa Tengah agar masyarakat pesisir bisa memperoleh air bersih secara berkelanjutan.

“Kapasitas produksi unit ini mencapai 4.000-6.000 liter per hari dengan sembilan tahap penyaringan untuk memastikan kualitas air yang layak konsumsi,” katanya.

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menyambut baik program ini dan berharap ke depannya kapasitas produksi air bisa ditingkatkan.

 

"Air di daerah pesisir umumnya sudah payau akibat banjir dan rob. Dengan teknologi ini, air payau bisa dinetralkan menjadi air tawar yang bisa dikonsumsi masyarakat," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Undip yang akan mendampingi operasional unit desalinasi ini selama masa uji coba.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga, Gubernur Ahmad Luthfi juga menyalurkan 250 paket sembako bagi penghuni rusun dan masyarakat sekitar yang membutuhkan.

 

Program desalinasi ini juga telah diterapkan di daerah lain seperti Demak, Jepara, dan Rembang.

Dengan harapan, semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses air bersih tanpa harus bergantung pada eksploitasi air tanah. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #desalinasi #rusunawa #Gubernur Ahmat Luthfi