Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tingkatkan Literasi Keuangan, BNI Cabang Pekalongan Ajak Pelajar SMK Negeri 1 Sragi Menabung Sejak Dini

Ida Nor Layla • Sabtu, 27 Juli 2024 | 00:10 WIB
EDUKASI PELAJAR : BNI Kantor Cabang Pekalongan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginisiasi program Satu Rekening Satu Pelajar di SMK Negeri 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan.
EDUKASI PELAJAR : BNI Kantor Cabang Pekalongan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginisiasi program Satu Rekening Satu Pelajar di SMK Negeri 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan.

 

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - BNI Kantor Cabang Pekalongan melakukan kegiatan edukasi kepada lebih dari 800 pelajar di SMK Negeri 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk komitmen BNI dalam menanamkan budaya menabung sejak dini bagi para pelajar.

Literasi keuangan ini dilakukan agar setiap siswa-siswi lebih memahami produk dan layanan bank, mengetahui manfaat dan keuntungannya, serta risiko-risiko finansial yang mungkin timbul.

Acara ini salah satu upaya perseroan dalam mendukung program Satu Rekening Satu Pelajar yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hadir secara langsung dalam kegiatan ini, Pemimpin BNI Kantor Cabang Pekalongan, Suwito dan Kepala SMK Negeri 1 Sragi, Agus Ma’sum.

Area Head 2 BNI Kantor Wilayah 05 Semarang, Ari Jatmiko Harjosubroto menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen BNI untuk terus melakukan percepatan perluasan akses atau inklusi keuangan masyarakat. Khususnya segmen pelajar/mahasiswa. Guna mendukung prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pembangunan nasional.

Melalui kemudahan akses keuangan, lanjut Ari Jatmiko, masyarakat memiliki kesempatan untuk memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara lebih optimal dalam merencanakan keuangannya.

Ari Jatmiko juga mengimbau kepada seluruh pelajar agar lebih berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan BNI.

“Untuk menghindari penipuan, pastikan selalu melakukan verifikasi setiap informasi yang diterima. Pastikan sumbernya adalah resmi dari bank dan jangan pernah memberikan data atau informasi pribadi kepada pihak yang tidak terpercaya," ungkap Ari Jatmiko.

Kurangnya tingkat pemahaman pelajar terkait berbagai produk dan layanan jasa keuangan, membuat pelajar rentan menjadi korban kejahatan keuangan. Terutama di era digital seperti saat ini, para pelaku kejahatan memiliki beragam modus operandi yang semakin canggih.

"Kami percaya bahwa peningkatan literasi keuangan menjadi kunci dalam melindungi masyarakat dari risiko kejahatan keuangan yang semakin beragam," ujarnya.

Lebih lanjut Ari Jatmiko menjelaskan bahwa peran BNI dalam kegiatan ini adalah memastikan adanya nilai tambah yang dapat diterima oleh seluruh pelajar, yakni memberikan kemudahan untuk menabung melalui pembukaan rekening yang dilengkapi berbagai fasilitas perbankan serta kenyamanan dalam bertransaksi.

“Melalui kegiatan literasi keuangan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan, confidence level, serta behaviour masyarakat khususnya segmen pelajar agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam melakukan pengelolaan keuangan di masa depan,“ tutup Ari Jatmiko. (ida)

Editor : Ida Nor Layla
#bni #edukasi keuangan #literasi keuangan BNI