Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tradisi 1 Muharram Dongkrak Penjualan Susu di Pekalongan

Lutfi Hanafi • Selasa, 16 Juni 2026 | 21:23 WIB
IST
BUNGKUS - Pegawai di Kandang Sapi Sari Indah saat membungkus susu pesanan pelanggan, untuk segera didistribusikan.
IST BUNGKUS - Pegawai di Kandang Sapi Sari Indah saat membungkus susu pesanan pelanggan, untuk segera didistribusikan.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram membawa berkah tersendiri bagi para peternak dan penjual susu sapi segar di Kota Pekalongan.

Tradisi masyarakat yang mengkonsumsi susu saat pergantian tahun Hijriah membuat permintaan melonjak tajam hingga berkali-kali lipat dibanding hari biasa.

Pemilik Kandang Sapi Sari Indah, Budi Setiawan, mengaku kewalahan melayani lonjakan pembeli yang datang sejak pagi.

Jika pada hari normal penjualannya berkisar 400 liter per hari, menjelang 1 Muharram tahun ini permintaan melonjak hingga mencapai sekitar 2.500 liter.

“Luar biasa sekali. Biasanya kami melayani sekitar 400 liter per hari, sekarang bisa sampai 2.500 liter. Kenaikannya sekitar lima sampai enam kali lipat,” ujar Budi, Selasa 16 Juni 2026.

Menurutnya, fenomena meningkatnya konsumsi susu saat 1 Muharram mulai terlihat dalam tiga hingga empat tahun terakhir.

Namun puncak permintaan terjadi pada tahun lalu ketika stok mencapai 3.000 liter dan tetap habis terjual dalam waktu singkat.

Meski permintaan meroket, pihaknya memilih tidak menaikkan harga. Susu tetap dijual Rp 13.500 per liter untuk pelanggan tertentu dan Rp 18.000 per liter bagi konsumen umum.

Tingginya kebutuhan membuat Kandang Sapi Sari Indah harus mendatangkan pasokan tambahan dari luar daerah, seperti Banjarnegara hingga Tegal.

Produksi lokal dari sekitar 30 ekor sapi hanya mampu menghasilkan sekitar 300 liter susu setiap hari.

Ramainya pembeli bahkan sudah terlihat sejak pagi. Stok 700 hingga 800 liter yang disiapkan habis sebelum pukul 07.30 WIB. Setelah itu, banyak calon pembeli terpaksa ditolak karena persediaan kosong.

“Jam setengah delapan pagi biasanya sudah habis. Nanti sore sekitar pukul lima ramai lagi karena banyak warga datang mencari susu,” katanya.

Tradisi minum susu saat 1 Muharram yang semakin populer di Pekalongan tidak hanya menjadi simbol harapan akan kehidupan yang lebih baik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi para peternak dan pelaku usaha susu segar di daerah tersebut.

Salah satu pembeli, Sayyafuddin, warga Pringlangu, mengaku rutin membeli susu setiap menjelang 1 Muharram.

Ia membeli dua liter susu untuk dikonsumsi bersama keluarga sebagai bagian dari tradisi yang diyakini membawa harapan baik di tahun yang baru.

“Biasanya mengikuti anjuran para kiai dan ulama. Harapannya tentu semoga tahun ke depan lebih baik dan penuh keberkahan,” ungkapnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#1 muharram #Tahun Baru Islam #tradisi #susu #pekalongan