METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kabar gembira bagi masyarakat Kota Pekalongan. Pemerintah Kota Pekalongan kembali menyiapkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak tiga kali hingga penghujung 2026.
Program yang digagas melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan ini menjadi angin segar bagi warga yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Selain membantu menjaga daya beli, GPM juga diarahkan untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan di daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Ani Kusumaningrum, mengatakan tiga agenda GPM masih dipersiapkan.
Salah satu pelaksanaannya telah direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia pada Oktober 2026. Sementara dua kegiatan lainnya masih menunggu penjadwalan sekaligus pemetaan lokasi yang dinilai paling membutuhkan.
“Kami masih mengagendakan untuk Gerakan Pangan Murah. Yang sudah kami pastikan itu mungkin bertepatan dengan Hari Pangan bulan Oktober. Tahun ini masih ada tiga kali Gerakan Pangan Murah,” kata Ani, Jumat (28/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat nantinya bisa berburu berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih bersahabat. Komoditas yang disiapkan antara lain beras, telur, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih dan sejumlah bahan pangan lainnya.
Tak hanya menjadi tempat mendapatkan sembako murah, GPM juga memberi kesempatan kepada pelaku UMKM lokal untuk ikut memasarkan produknya.
Kehadiran UMKM membuat kegiatan tersebut tidak sekadar berorientasi pada pengendalian harga pangan, tetapi sekaligus menjadi ruang promosi produk lokal.
Pemkot Pekalongan juga tengah memetakan lokasi agar pelaksanaan GPM bisa semakin dekat dengan masyarakat. Kecamatan maupun kelurahan menjadi pilihan lokasi, sehingga warga tidak harus pergi jauh untuk memperoleh pangan dengan harga terjangkau.
Salah satu wilayah yang masuk dalam pertimbangan adalah Kecamatan Pekalongan Barat.
Sebelumnya, kegiatan GPM di Kota Pekalongan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah kebutuhan pokok yang ditawarkan dengan harga di bawah pasaran menjadi daya tarik tersendiri bagi warga.(han)