METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pergerakan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kota Pekalongan kembali menjadi perhatian pemerintah daerah.
Harga cabai masih bergerak fluktuatif akibat pengaruh cuaca dan pasokan dari daerah sentra produksi, sementara harga daging ayam mulai menunjukkan tren penurunan.
Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop-UKM) terus melakukan pemantauan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan di pasar.
Dari hasil pemantauan hingga akhir Agustus 2026, stok kebutuhan pokok masyarakat masih berada dalam kondisi aman dan tidak ditemukan kelangkaan komoditas.
Kepala Bidang Perdagangan Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Fitria Yuliani Kartika, mengatakan terdapat beberapa komoditas yang mengalami perubahan harga jika dibandingkan dengan kondisi pada Juli 2026.
Perubahan tersebut antara lain terjadi pada daging ayam serta sejumlah komoditas cabai, mulai dari cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit merah hingga cabai rawit hijau.
Baca Juga: Ini Kronologi 500 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Bantah Ada Santri Meninggal
Baca Juga: HUT Kejaksaan ke-81, PDL Jadi Simbol Siap Melayani
Menurut Fitria, pergerakan harga cabai memang cenderung lebih cepat berubah dibandingkan komoditas lainnya. Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama karena berpengaruh langsung terhadap hasil produksi dan kelancaran pasokan dari daerah pemasok.
“Untuk komoditas cabai ini termasuk volatile goods atau terpengaruh oleh cuaca. Kemarau panjang mengakibatkan daerah pemasok mengalami penurunan hasil panen, sehingga harga relatif naik,” kata Fitria, Rabu (2/9/2026).
Kondisi tersebut membuat harga cabai mudah mengalami kenaikan maupun penurunan mengikuti jumlah pasokan yang masuk ke pasar.
Ketika hasil panen di daerah pemasok berkurang, ketersediaan komoditas ikut mengetat dan harga berpotensi bergerak naik.
Di sisi lain, kabar lebih positif terlihat pada komoditas daging ayam. Setelah sebelumnya mengalami kenaikan yang salah satunya berkaitan dengan tingginya harga pakan, harga daging ayam kini mulai terkoreksi.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bantu Pekerja Kembali Mandiri
Baca Juga: Praperadilan AH Ditolak, Warga dan Keluarga Korban Syukuran
Berdasarkan pemantauan terbaru, harga daging ayam di Kota Pekalongan berada pada kisaran Rp39.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Harga tersebut masih berada dalam rentang harga acuan penjualan.
Pemkot Pekalongan memastikan pemantauan pasar akan terus dilakukan. Langkah tersebut tidak hanya untuk melihat perubahan harga, tetapi juga mendeteksi sejak awal kemungkinan gangguan distribusi yang dapat memengaruhi pasokan bahan kebutuhan pokok masyarakat.
“Untuk stok, aman. Tidak ada kelangkaan komoditas barang kebutuhan pokok di Kota Pekalongan,” tegas Fitria.
Di tengah perubahan harga yang terjadi pada sejumlah komoditas, masyarakat diminta tidak bereaksi berlebihan. Pembelian dalam jumlah besar atau panic buying justru dapat memicu tekanan terhadap ketersediaan barang di tingkat pasar.
Fitria mengimbau masyarakat berbelanja secara wajar sesuai kebutuhan serta tetap memperhatikan harga dan kualitas sebelum menentukan pilihan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk belanja sesuai kebutuhan, tidak panic buying, dan menjadi konsumen yang cerdas. Teliti sebelum membeli,” pungkasnya.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com