METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Komplek Makam Sapuro, destinasi wisata religi yang setiap hari dipadati peziarah dari berbagai daerah, kini semakin diperketat keamanannya.
Sudah sejak beberapa waktu belakangan ini, komplek makam ulama besar ini, dijaga oleh Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dari Kelurahan Sapuro Kebulen, selama 24 jam penuh.
Langkah ini diambil setelah pemerintah kelurahan bersama tokoh masyarakat menilai bahwa kompleks yang ramai dikunjungi orang setiap hari tersebut rawan terjadi gangguan keamanan, seperti aksi premanisme dan tindak kriminal kecil.
Baca Juga: Meriah! HUT ke-80 RI di Sapuro Kebulen Angkat Gotong Royong dan Isu Sampah
Lurah Sapuro Kebulen, Achmad Machmuddin, menyebutkan, penjagaan ini bukan sekedar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga aset kota.
“Setiap hari, 24 jam, kita percayakan Satlinmas untuk menjaga wisata religi dan area-area yang rawan. Alhamdulillah, dengan adanya dukungan masyarakat dan tokoh setempat, sinergi ini berjalan baik,” ujarnya.
Machmuddin menambahkan, keberadaan Danton Satlinmas yang memiliki latar belakang pendidikan keamanan turut membantu memberi pelatihan rutin kepada para anggota.
Baca Juga: Terungkap di Sidak Pasar, Kubis, Mie Basah, hingga Kerupuk, Gunakan Bahan Berbahaya
Setiap bulan, diadakan pendidikan dan latihan khusus agar petugas lebih siap menghadapi situasi di lapangan.
Komplek Makam Sapuro dulunya kerap dicap rawan karena adanya praktik premanisme dan pungutan liar terhadap peziarah.
Namun sejak lima tahun terakhir, setelah pembentukan Satlinmas diperkuat, kondisi semakin terkendali.
Baca Juga: Tidak Sekedar Ziarah Pahlawan, Polwan Polres Pekalongan Kota Juga Jalani Pemeriksaan Ketat
“Sekarang situasinya jauh lebih tentram. Permasalahan premanisme yang dulu sering muncul, Alhamdulillah bisa ditekan,” tambah Machmuddin.
Makam Sapuro sendiri merupakan salah satu ikon wisata religi Kota Pekalongan. Di dalamnya bersemayam ulama besar seperti Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib al-‘Athas atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Ahmad Sapuro.
Setiap Kamis malam hingga Minggu, ribuan peziarah dari berbagai kota di Jawa. Bahkan luar daerah datang untuk berziarah, berdoa, dan mencari keberkahan.
Baca Juga: Peresmian Pasar Banjarsari Molor, Tunggu Rampungnya Jembatan Penghubung Antarblok
Data dari Dinas Pariwisata Kota Pekalongan menyebutkan, setiap tahunnya Makam Sapuro dikunjungi lebih dari 500 ribu peziarah.
Bahkan pada bulan-bulan tertentu, seperti menjelang Ramadan dan Maulid Nabi, jumlah pengunjung bisa melonjak dua kali lipat.
Dengan adanya penjagaan 24 jam penuh, diharapkan para peziarah merasa lebih nyaman dan aman saat berkunjung.
Baca Juga: Polairud Polres Pemalang Rutin Patroli Laut, Nelayan Kini Lebih Aman saat Melaut
“Sapuro adalah aset wisata religi. Kita ingin menjaga agar pengunjung tenang, tidak terganggu, dan bisa beribadah dengan khusyuk,” pungkas Machmuddin. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla