Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Rawat Dua Anak Sejak Bayi, Kini Vivi Kehilangan Buah Hati Tanpa Jejak

Lutfi Hanafi • Minggu, 14 September 2025 | 21:49 WIB
KETERANGAN - Vivi saat berikan keterangan terkait kasusnya di rumahnya, kepada LBB Adyaksa dan perwakilan LSM lain.
KETERANGAN - Vivi saat berikan keterangan terkait kasusnya di rumahnya, kepada LBB Adyaksa dan perwakilan LSM lain.


METROPEKALONGAN.COM. Pekalongan – Setiap sore, Nur Mujazat atau akrab disapa Vivi, 31, kerap duduk termenung di depan rumah sederhananya di Kelurahan Setono, Kota Pekalongan.
 
Tatapan kosongnya menyiratkan rindu mendalam pada dua bocah yang telah ia rawat sejak bayi, namun kini tak lagi berada di sisinya.
 
Sejak remaja, meski terlahir laki-laki, naluri keibuan tumbuh kuat dalam diri Vivi.
 
Baca Juga: Wali Kota Pekalongan Ingatkan, Jangan Anggap Remeh Aksi Anarkisme, Pekalongan Harus Lebih Waspada

Bekerja sebagai buruh konveksi sambil berjualan daring, ia dengan tulus menerima dua bayi dari orang tua kandungnya untuk diasuh.
 
Anak pertama ia rawat sejak 19 Desember 2020, disusul anak kedua pada 17 Juni 2022.
 
Kedua anak itu tumbuh sehat, mendapat kasih sayang tanpa kurang. Namun, persoalan muncul ketika mereka hendak masuk sekolah.
 
Baca Juga: Tutup Pasar Darurat Kota Pekalongan Akhir Bulan, Pasar Banjarsari Wajib Bersih dan Tertib

Vivi mencoba mengurus dokumen kependudukan berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK). Harapan mendapat legalitas justru berakhir pahit.
 
Pada 25 Agustus 2025, pihak UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Pekalongan mengambil alih kedua anak tersebut dengan alasan prosedur adopsi tidak sesuai aturan hukum.
 
Sejak saat itu, Vivi tidak tahu keberadaan buah hati yang telah ia rawat bertahun-tahun.
  
Baca Juga: Pelajar Kota Pekalongan Diajak Menabung, Bekal Cerdas Kelola Keuangan Sejak Dini

“Katanya saya tidak memenuhi syarat adopsi. Padahal ada penyerahan resmi dari orang tua kandungnya. Selama ini saya bekerja keras agar mereka tidak kekurangan apapun,” kata Vivi dengan mata berkaca-kaca.
 
Vivi hanya sempat diberikan kesempatan melakukan panggilan video dengan anak-anaknya. Namun, lokasi keberadaan mereka tetap dirahasiakan.
 
“Saya berhak tahu di mana mereka sekarang. Mereka sudah saya rawat sejak bayi, hingga berusia 3 dan 5 tahun,” tegasnya.
 
Baca Juga: Wali Kota Ingatkan KKMP Kota Pekalongan, Jangan Jadi Koperasi Simpan Pinjam!

Kasus ini pun mendapat perhatian dari LBH Adhyaksa, Ormas Probojoyo, dan Robinhood. Mereka menilai ada kejanggalan dalam proses pengambilan anak tersebut.
 
“Kami menduga ada prosedur yang tidak sesuai. Dalam waktu dekat, kami akan meminta audiensi dengan pihak terkait,” ujar Didik Pramono dari LBH Adhyaksa.
 
 
Bahkan, menurut informasi yang diterima pihak pendamping, kondisi kedua anak itu kini disebut-sebut tidak baik-baik saja dan sedang sakit.
 
Baca Juga: Serunya Dolanan Jadul, Anak Batang Tinggalkan Game HP Demi Main Bareng
 
Saat proses pengambilan, peristiwa itu juga disaksikan oleh perwakilan Kejaksaan Negeri Pekalongan dan anggota Polres Pekalongan.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan, Puji Winarti, saat dikonfirmasi mengaku masih menunggu koordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda).
 
“Mungkin besok kami baru koordinasi dengan Pak Sekda,” katanya, Minggu 14 September 2025.
 
Baca Juga: Ustaz Ngaji Cabuli Anak SMP Laki-Laki di Kabupaten Pekalongan, Aksi Dilakukan di Ruang TPQ

Kini, Vivi hanya bisa berharap kejelasan dan transparansi dari pihak terkait.
 
Baginya, dua anak yang pernah ia gendong, rawat, dan besarkan dengan cinta, bukan sekadar titipan, melainkan sudah menjadi bagian dari hidupnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #Didik Pramono #LBH Adhyaksa #adopsi