Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Puncak Slamet Ngamuk, Air Bah Terjang Pemalang, Ratusan Warga Mengungsi

Lutfi Hanafi • Minggu, 25 Januari 2026 | 22:15 WIB
EVAKUASI - Warga korban banjir bandang, usai dievakuasi oleh Anggota Polres Pemalang.
EVAKUASI - Warga korban banjir bandang, usai dievakuasi oleh Anggota Polres Pemalang.

METROPEKALONGAN.COM, Pemalang – Amukan cuaca ekstrem di lereng Gunung Slamet berubah menjadi petaka bagi warga Kabupaten Pemalang bagian selatan.

Hujan deras disertai angin kencang sejak Jumat 23 Januari 2026 hingga Sabtu dini hari 24 Januari 2026 memicu banjir bandang bermaterial lumpur, batu, dan kayu, menerjang sejumlah kecamatan dan memaksa ratusan warga mengungsi.

Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pulosari, Belik, Moga, Watukumpul, dan Warungpring.

Aliran Kali Penakir dan Kali Soso meluap hebat, membawa kiriman material dari kawasan hutan di lereng Slamet dan menghantam permukiman warga.

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengatakan, luapan sungai di Kecamatan Pulosari menyebabkan kerusakan serius pada rumah warga dan infrastruktur penghubung.

Beberapa jembatan dilaporkan rusak dan tidak dapat dilalui. Akibatnya jalur transportasi lumpuh.

 

Baca Juga: Ini Cara Polres Pemalang jadikan Crime Clearance 96,25 persen

“Luapan Kali Penakir dan Kali Soso mengakibatkan sejumlah rumah terdampak dan beberapa jembatan mengalami kerusakan. Data kerugian masih dalam pendataan karena area terdampak cukup luas,” ujar Kapolres, Sabtu 24 Januari 2026.

Bencana ini juga merenggut satu korban jiwa. Seorang pria berinisial T, warga Dukuh Wanasari, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, ditemukan meninggal dunia setelah terseret derasnya arus Kali Penakir.

Korban ditemukan warga di wilayah Dukuh Tretep, Desa Sima, Kecamatan Moga, sebelum akhirnya dievakuasi tim SAR gabungan ke RS Muhammadiyah Rodliyah Achid Moga.

 

Baca Juga: Jalur KA Pekalongan–Sragi Pulih, Kereta Tetap Jalan Terjang Banjir

Data sementara dari BPBD Pemalang mencatat sedikitnya 10 rumah hanyut akibat terjangan air bah. Selain itu, sejumlah kendaraan dan perabot rumah tangga ikut terseret arus berlumpur.

Kalak BPBD Pemalang Agus Ikmaludin menyebutkan, jumlah pengungsi sementara mencapai sekitar 380 orang.

Mereka dievakuasi ke beberapa titik aman, termasuk Kantor Kecamatan Pulosari, gedung-gedung fasilitas umum, dan posko darurat yang didirikan bersama unsur TNI-Polri dan relawan.

 

 

 

Baca Juga: Banjir Pekalongan Ditangani Sistematis, Pusat Siapkan Pompa dan Polder

Di wilayah Belik, Watukumpul, dan Warungpring, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang, menutup akses jalan utama dan menimpa rumah warga.

Salah satu titik krusial berada di jalur Belik–Purbalingga, termasuk di Desa Bongas dan Desa Cibuyur, Kecamatan Watukumpul.

 

“Seluruh pohon tumbang sudah berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan dari Polsek, BPBD, dan instansi terkait,” kata Kapolres.

Meski cuaca dilaporkan mulai membaik, aparat gabungan masih melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan.

Potensi kiriman material susulan dari Puncak Slamet masih menjadi ancaman, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Bencana ini menjadi pengingat betapa rentannya kawasan selatan Pemalang terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat cuaca ekstrem melanda kawasan pegunungan.

 

 

Baca Juga: Wali Kota Apresiasi Dukungan BNPB Tanggulangi Banjir Pekalongan

Warga kini berharap penanganan darurat segera diikuti langkah pemulihan agar kehidupan bisa kembali berjalan normal.

“Kami mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tegas Kapolres. (han/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#pemalang #banjir bandang #mengungsi #lereng #tewas #gunung slamet #slamet #Polres Pemalang #rumah hanyut