METROPEKALONGAN.COM, Batang - Kebakaran lahan tebu siap panen di Dukuh Karanganyar, Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, memicu kepanikan warga, Senin (3/8/2026) siang.
Kobaran api yang membesar dengan cepat bahkan membuat siswa SMA Negeri 1 Gringsing berteriak ketakutan karena lokasi kebakaran hanya dipisahkan jalan selebar sekitar tiga meter dari sekolah.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Api pertama kali terlihat dari sisi utara lahan yang berbatasan dengan jalan, kemudian dengan cepat merambat ke arah timur dan selatan akibat cuaca panas dan kondisi daun tebu yang mengering.
Warga yang melihat kobaran api langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya api membuat usaha tersebut tidak membuahkan hasil sehingga kepulan asap tebal dan kobaran api terus meluas hingga mendekati kawasan permukiman serta usaha konveksi di sekitar lokasi.
Baca Juga: Pelajar SMP Randudongkal Meninggal, Polisi Dalami Dugaan Bullying
Baca Juga: Perubahan APBD 2026, DPUPR Genjot Drainase dan Jalan
Bhabinkamtibmas Polsek Gringsing Aiptu Supriyadi bersama Bhabinsa Koramil 03 Gringsing Kopda M. Adi Ardiansyah turut membantu warga memadamkan api sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Damkar Limpung dan Weleri tiba di lokasi.
Petugas langsung melakukan lokalisasi api, pendinginan, serta penyisiran area untuk memastikan tidak ada bara yang masih menyala dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 2.000 meter persegi lahan tebu siap panen hangus terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun kerugian pada bangunan di sekitar lokasi.
Baca Juga: Walikota Aaf Kena Mental Imbas OTT, Bikin Dinas Takut Jalankan Proyek
Baca Juga: Dinkes Pekalongan Sweeping Balita yang Terlewat Imunisasi
Saksi mata sekaligus Ketua RT setempat, Subiyanto, mengatakan awalnya hanya terlihat kepulan asap tipis. Namun, ketika warga hendak memadamkan, hembusan angin membuat api membesar dalam waktu singkat.
"Kejadiannya sangat cepat. Cuaca yang panas terik dan daun tebu kering memudahkan api menyala," ujarnya.
Sementara itu, penyebab kebakaran diduga mengarah pada puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengendara sepeda motor yang melintas di sekitar lokasi. Meski demikian, penyebab pasti masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.
Kepala Desa Lebo, Zaidin, menyayangkan terjadinya kebakaran tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, mengingat kondisi lahan yang kering sangat mudah terbakar dan berpotensi mengancam keselamatan warga maupun fasilitas umum di sekitarnya(han/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com