METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Keberhasilan Lapas Nusakambangan mengembangkan ketahanan pangan sekaligus membina kemandirian warga binaan menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kota Pekalongan. Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid atau Aaf memastikan hasil kunjungan tersebut akan menjadi referensi untuk memperkuat berbagai program pembinaan produktif di lingkungan pemasyarakatan Kota Pekalongan.
Komitmen itu disampaikan usai kunjungan kerja ke Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Selasa (4/8/2026), yang diikuti Wali Kota Aaf, Wakil Wali Kota Hj. Balgis Diab, 15 kepala perangkat daerah, didampingi Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Pekalongan Nanang Adi Susanto serta Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan Teguh Suroso.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung berbagai program pemberdayaan warga binaan yang mampu mengintegrasikan sektor peternakan, pertanian, hingga perikanan sebagai bagian dari pembinaan sekaligus penguatan ketahanan pangan.
Baca Juga: Polres Pemalang Sinergikan Stakeholder Cegah Karhutla
Baca Juga: Roadshow Bunda Literasi Ajarkan Kreativitas dan Digital
Wali Kota Aaf mengaku terkesan dengan keberhasilan Nusakambangan yang mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri melalui pengelolaan berbagai sektor usaha produktif.
"Luar biasa. Di Nusakambangan kebutuhan pangannya sudah bisa dipenuhi sendiri. Ada peternakan domba, ayam petelur, pertanian, sampai budidaya sidat yang bahkan diekspor ke Jepang. Ini menjadi contoh yang sangat baik untuk kita pelajari," ujar Aaf, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya terlihat dari kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, tetapi juga dari sistem pembinaan yang memberikan keterampilan nyata kepada warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.
Baca Juga: APBD Perubahan 2026 Prioritaskan Jalan dan Mobil Damkar
Baca Juga: Bayi Lelaki Ditinggal Dalam Keadaan Menangis Dekat Terminal, Polisi Selidiki Pelaku
Melalui Balai Latihan Kerja (BLK), warga binaan dibekali berbagai kemampuan sesuai bidang usaha yang memiliki nilai ekonomi sehingga setelah selesai menjalani masa pidana mereka memiliki bekal untuk hidup mandiri.
Aaf menilai konsep tersebut layak dikembangkan di Kota Pekalongan. Saat ini, sejumlah program pembinaan produktif di Lapas Pekalongan sudah berjalan, mulai dari budidaya jamur tiram, perikanan lele dan nila, hingga peternakan bebek untuk produksi telur asin.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat kendala berupa keterbatasan lahan yang kerap tergenang saat musim hujan sehingga pengembangan program belum dapat dilakukan secara maksimal.
Baca Juga: Career Expo 2026, BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Perusahaan Peduli Pekerja
Baca Juga: Dari GATRA ke Adhyaksa, Jejak Inspiratif Dr. Khunaifi
"Melalui kunjungan ini kami memperoleh banyak referensi mengenai pengelolaan pembinaan yang produktif. Harapannya berbagai program kemandirian warga binaan di Kota Pekalongan bisa terus ditingkatkan sehingga manfaatnya semakin besar," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan Teguh Suroso menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Pekalongan menjadi faktor penting dalam memperkuat keberhasilan pembinaan warga binaan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan akan memperluas peluang pengembangan program keterampilan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan di dalam lapas.
"Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan jajaran pemasyarakatan. Dengan sinergi yang baik, kami optimistis program pembinaan dapat terus berkembang sehingga warga binaan memiliki bekal keterampilan, karakter, dan kesiapan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat," katanya.
Ia berharap kerja sama yang semakin erat mampu mendorong terwujudnya sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, produktif, dan mandiri. Selain memberikan manfaat bagi warga binaan, program tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta pembangunan ekonomi daerah sejalan dengan semangat "Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat".(han/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com