METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Menunggu jadwal kereta berangkat di Stasiun Pekalongan kini tak harus diisi dengan duduk termenung atau sekadar bermain gawai.
Penumpang dan masyarakat yang berada di area stasiun dapat memanfaatkan waktu luang dengan membaca buku di Pojok Baca.
Fasilitas literasi tersebut dihadirkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang bersama Komunitas Railfans Pekalongan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Dimurti.
Pojok Baca mulai dibuka pada 17 Agustus 2026 dan dapat dimanfaatkan pelanggan, pengantar, penjemput, hingga masyarakat sekitar.
Kehadiran ruang baca ini menjadi alternatif kegiatan positif sembari menunggu kereta. Alih-alih merasa bosan karena jadwal keberangkatan masih beberapa waktu lagi, pengunjung bisa membuka buku, membaca cerita, atau menambah pengetahuan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, keberadaan Pojok Baca diharapkan membuat fungsi stasiun semakin luas, bukan sekadar tempat penumpang datang dan pergi.
“Melalui Pojok Baca ini, kami ingin menyediakan ruang yang sederhana dan mudah dijangkau untuk membaca. Harapannya, pelanggan dapat memanfaatkan waktu tunggu dengan kegiatan yang positif sekaligus menambah wawasan,” ujar Luqman, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: Remaja Kota Pekalongan Diajari Menulis Cerpen Kearifan Lokal
Baca Juga: Sinergi Pemda Hingga KBIHU Perkuat Layanan Haji Kota Pekalongan
Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas dan TBM menjadi langkah positif untuk mendekatkan aktivitas literasi kepada masyarakat.
KAI juga berharap fasilitas tersebut dapat terus dimanfaatkan sekaligus dikembangkan sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat selama berada di Stasiun Pekalongan.
Luqman menambahkan, KAI Daop 4 Semarang mengajak masyarakat ikut menjaga koleksi dan fasilitas Pojok Baca. Dukungan pengunjung dinilai penting agar ruang literasi tersebut dapat bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Semoga Pojok Baca Stasiun Pekalongan dapat menjadi ruang yang bermanfaat, menumbuhkan kebiasaan membaca, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat saat berada di stasiun,” tutur Luqman.
Sebanyak 125 eksemplar buku disiapkan TBM Dimurti untuk mengisi Pojok Baca. Koleksinya dibuat beragam, mulai bacaan untuk anak usia PAUD hingga buku yang dapat dibaca kalangan dewasa.
Baca Juga: Parkside Mandarin Pekalongan Bidik Ramainya Event 2027
Baca Juga: Adu Argumen di Sidang Praperadilan Padepokan Padang Ati
Pengelola TBM Dimurti, Sri Widyati, mengatakan kehadiran Pojok Baca merupakan bagian dari upaya memperluas gerakan literasi ke ruang publik.
Stasiun dipilih karena menjadi salah satu tempat dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.
“Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya pengunjung stasiun, untuk kembali greget membaca karena akhir-akhir ini minat membaca agak menurun,” katanya.
Agar koleksi tidak monoton, buku-buku di Pojok Baca akan dirotasi setiap tiga bulan. Dengan sistem tersebut, pengunjung diharapkan memiliki pilihan bacaan yang terus berubah setiap periode.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com