HUT Kejaksaan ke-81, PDL Jadi Simbol Siap Melayani

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 09:38 WIB
KOMPAK : Usai menggelar upacara seluruh personel dan jajaran pejabat Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan berfoto Bersama di halaman kantor setempat. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan).
KOMPAK : Usai menggelar upacara seluruh personel dan jajaran pejabat Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan berfoto Bersama di halaman kantor setempat. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Suasana peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pekalongan berlangsung sederhana, Rabu (2/9/2026).

Seluruh pegawai mengikuti upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB di halaman kantor Kejari Kota Pekalongan dengan mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL).

Upacara tersebut dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Pekalongan Dr. Khunaifi Alhumami, S.H., M.H. Penggunaan PDL tidak sekadar menjadi pilihan pakaian dalam upacara, tetapi juga membawa pesan tentang kesiapan insan Adhyaksa untuk bekerja dan hadir di tengah masyarakat.

PDL menjadi simbol bahwa tugas Kejaksaan tidak hanya berlangsung di balik meja maupun ruang persidangan.

Para jaksa dan pegawai dituntut siap bergerak, turun ke lapangan, serta memberikan pelayanan hukum yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Kajari Kota Pekalongan Khunaifi Alhumami mengatakan penggunaan PDL merepresentasikan semangat kesiapan dalam menjalankan tugas sekaligus memperlihatkan sosok penegak hukum yang adaptif dan dekat dengan masyarakat.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bantu Pekerja Kembali Mandiri

Baca Juga: Praperadilan AH Ditolak, Warga dan Keluarga Korban Syukuran

Seragam lapangan juga mencerminkan fleksibilitas dalam menjalankan pekerjaan. Dengan karakter pakaian yang dirancang untuk aktivitas operasional, PDL menggambarkan kesiapan pegawai Kejaksaan menghadapi berbagai tugas di lapangan.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa peringatan Hari Lahir Kejaksaan bukan semata agenda seremonial. Di balik upacara, terdapat tanggung jawab untuk menjaga integritas, memberikan pelayanan terbaik, dan menjalankan penegakan hukum secara profesional.

Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia diperingati setiap 2 September. Tanggal tersebut berkaitan dengan pelantikan Mr. R. Gatot Taroenamihardja sebagai Jaksa Agung pertama Republik Indonesia pada 2 September 1945.

 

Di Kota Pekalongan, peringatan HUT Kejaksaan ke-81 tahun ini dikemas secara sederhana. Selain upacara, rangkaian kegiatan diisi dengan doa, pengajian, silaturahmi, serta bakti sosial.

Baca Juga: Java Carnival Fest 2026 Jadi Wadah Potensi Warga Bendan Kergon Pekalongan

Baca Juga: Rotasi Pejabat, Kapolres Pekalongan Kota Tekankan Humanis

Pengajian dan doa menjadi momentum bagi jajaran Kejari Kota Pekalongan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memanjatkan harapan agar pelaksanaan tugas Kejaksaan ke depan senantiasa diberikan kelancaran.

Sementara kegiatan bakti sosial menjadi wujud kepedulian jajaran Kejari Kota Pekalongan terhadap masyarakat sekitar. Semangat peringatan hari lahir institusi pun tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui kepedulian dan hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Rangkaian sederhana tersebut, sebut Khunaifi menjadi bagian dari refleksi 81 tahun perjalanan Kejaksaan. Semangatnya tidak hanya mengenang perjalanan institusi, tetapi juga memperkuat komitmen untuk terus hadir, bekerja nyata, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Dengan PDL yang kami kenakan, ini bahwa insan Adhyaksa harus selalu siap ketika tugas memanggil, termasuk ketika harus turun langsung ke tengah masyarakat," tandasnya.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Dr. Khunaifi Alhumami Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 kota pekalongan Kejari Kota Pekalongan