Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Hal Ini yang Sebabkan Sampah di Jembatan Kalikuto Perbatasan Wilayah Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal Terus Menumpuk

Lutfi Hanafi • Rabu, 28 Februari 2024 | 06:12 WIB

KUMUH : Tumpukan sampah di Jembatan Kalikuto perbatasan Batang dan Kendal menyebabkan pemandangan menjadi kumuh.
KUMUH : Tumpukan sampah di Jembatan Kalikuto perbatasan Batang dan Kendal menyebabkan pemandangan menjadi kumuh.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Jika melintasi Jembatan Pantura Kali Kuto yang menjadi batas antara Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, dengan Weleri, Kabupaten Kendal, terlihat tumpukan sampah di sisi jalan.

Terutama di sisi barat jembatan atau sebelah utara menjadi tempat favorit orang-orang tidak bertanggung jawab untuk membuang sampah tanpa memperhatikan lingkungan. Aneka macam sampah mulai dari sampah dapur sampai pakaian bekas dan botol berceceran dan menimbulkan bau tidak sedap.

Tumpukan sampah ini menjadi lebih ironis karena berada tidak jauh dari tugu Selamat Datang Kabupaten Batang yang seharusnya bersih dan menjadi cermin keindahan Batang.

Baca Juga: Ajari Anak-Anak Pilah Sampah Sejak Dini, Seperti Caranya

Sampah-sampah tersebut bahkan ada yang tercecer sampai jembatan. Ada juga yang bergelantungan nyangkut di kabel Telkom di atas kali. Hal ini dimungkinkan karena warga membuang sampah dengan cara melempar dari sepeda motor.

“Masyarakat bandel, yang asal buang sampah di jembatan,” kata Camat Gringsing Adhi Baskoro kesal Rabu 28 Februari 2024.

Padahal itu sudah berulang kali mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Bahkan sudah rutin berkumpul bersama pihak terkait seperti Bina Marga maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, serta aparat desa setempat.

Baca Juga: Kantor DLH Kota Pekalongan Membuka Bank Sampah, Ini Respon Masyarakat

Papan pengumuman berikut ancaman sanksi juga sudah diterapkan, namun masyarakat tetap bandel dan mengabaikan kepentingan bersama.

“Yang membuang sampah tidak hanya berasal dari warga lokal saja, tapi juga dari warga desa lain,” ujarnya.

Orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut diduga membuang sampah pagi-pagi, sekalian pergi ke Pasar Weleri atau berangkat kerja.

Baca Juga: Dua Tahun Lagi TPA Degayu Kota Pekalongan Sudah Tidak Bisa Menampung Sampah Lagi, Kenapa?

“Kami akan berkoordinasi dengan DLH dan Tata Kota untuk membersihkan sampah tersebut,” tegas Adhi.

Padahal beberapa waktu lalu sampah di jembatan Pantura Kali Kuto ini menjadi perhatian serius. Pembersihan dan pemantauan sudah berulang kali dilakukan, tetapi belum bisa menyadarkan masyarakat.

sBaca Juga: TNI Terjun Perang di Pasar Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Berjibaku Bersama Warga Melawan Sampah

Persoalan menjadi rumit karena di lingkungan masyarakat sendiri belum ada tempat sampah atau organisasi yang mengurusi sampah. Hal ini salah satu alasan warga, asal membuang sampah sembarangan, terutama di Jembatan Kalikuto. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Gringsing #jembatan #kendal #batang