METROPEKALONGAN.COM, Batang - Siapa sangka, di tengah permukiman padat di sebuah perumahan Desa Lebo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, ada pusat budidaya koi yang kerap dicari pembeli dari berbagai daerah.
Pemiliknya adalah Nasrullah, ia punya ide kreatif membudidayakan koi di lahan yang sempit. Usahanya ini sudah berjalan sejak tahun 2017.
Awalnya, pemuda 33 tahun hanya membesarkan koi di kolam 2x1 meter di teras rumahnya. Sebelum kenal dengan koi, ia mencoba membudidayakan nila di kolam itu.
Namun demikian, harga jual dari ikan nila tidak sesuai dengan harapannya. Akhirnya, ikan-ikan nila itu pun dibagi-bagikan ke tetangga begitu saja.
"Saya waktu itu lihat kok ada ikan bagus sekali di sosmed. Cari tahu itu, kemudian coba memeliharanya. Ternyata itu ikan koi," ujar Nasrullah sembari memberi makan ikan-ikan indukan koinnya yang bernilai jutaan rupiah.
Awalnya dia hanya hobi, namun keterusan hingga bisa menghasilkan banyak cuan. Menurutnya, yang terpenting saat membesarkan koi adalah bisa bertahan hidup.
Setelah memutar uang dari budidaya koi di teras rumah, tahun 2019 ia mulai membeli lahan 100 meter persegi di perumahan untuk budidaya koi yang lebih banyak. Ada dua kolam besar berdiameter 4 meter. Satu kolam bisa diisi 20-30 ekor.
Nasrullah belajar memelihara koi secara otodidak. Informasi digali lewat berbagai sumber, baik di sosmed, internet, hingga Youtube. Mulai dari filtrasi air, perawatan, sampai pemijahan. Bagi para penghobi, ikan koi punya harga yang cukup tinggi.
Mulai ratusan ribu rupiah sampai jutaan rupiah untuk ikan indukannya. Namun demikian, perawatan yang dilakukan juga tidak main-main.
"Kesulitannya itu merawat ikannya biar hidup dari kecil sampai besar. Itu butuh jam terbang dan pengalaman. Harus terjun langsung untuk merawat ikannya. Saya juga mempekerjakan warga sekitar," terangnya.
Koi yang dipelihara sudah banyak dijual ke luar daerah, kebanyakan pembelinya dari Jakarta dan Jawa Timur. Usahanya itu diberi nama One Koi Batang.
Selain di kolam yang berada di pemukiman itu, ia kini juga punya tiga petan kolam berukuran 30x20 meter untuk pembesaran. Satu kolam bisa diisi 2 ribu ikan, namun setelah diseleksi yang jadi hanya sekitar 100 ikan saja.
Ikan-ikan itu dijual mulai Rp 50 ribu sampai Rp 15 juta untuk ikan indukan. Omzet yang bisa diperoleh setiap bulannya berkisar Rp 10 juta sampai Rp 20 juta setiap bulannya.
Tapi tidak tiap bulan ikan koinya bisa ada pembeli. Para pembeli biasanya melihat body ikan yang montok dan warna ikan yang menarik.
"Penjualnya dilakukan lewat sosmed, Facebook dan Instagram. Pengiriman kita pakai oksigen, bisa sampai 25 jam. Ada pengiriman khusus ikan, satu hari biasanya sudah sampai," ucapnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla