Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Petakan Kopi Berkualitas di Kabupaten Batang, Bawa Nikmatnya Kopi Lokal ke Pasar Nasional

Riyan Fadli • Selasa, 6 Mei 2025 | 19:04 WIB
TINJAUAN: Ketua TP PKK Batang Faelasufa Faiz melihat perkebunan kopi bersama para petani kopi.
TINJAUAN: Ketua TP PKK Batang Faelasufa Faiz melihat perkebunan kopi bersama para petani kopi.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Batang Faelasufa Faiz, menangkap potensi besar kopi khas Batang.

Ia akan membawanya ke pasar dengan jangkauan lebih luas.

Karenanya, ia menganggap perlu terkait pemetaan kopi berkualitas, agar produk olahannya nanti menemukan pangsa pasar dan konsumennya.

Ia pun menyayangkan, selama ini kopi khas Batang harus dijual keluar daerah terlebih dahulu, sebelum sampai ke penikmatnya.

Dengan demikian, masyarakat mengenal kopi Batang adalah kopi dari daerah lain. Bukan dari Batang.

Pemda pun akan mengoptimalkan dalam pembinaan bagi kopi berpotensi, agar dapat perhatian pasar.

“Tujuannya supaya green bean yang dihasilkan sesuai kebutuhan pasar dan perlu sentralisasi pascapanen, agar tercipta standarisasi kualitas, sebelum sampai ke tangan penikmatnya,” tegasnya.

Pendiri Java Kirana, M Noverian Aditya menambahkan, sentralisasi penting dilakukan dalam pemantauan kualitas produk.

Dengan demikian, di antara petani pun tidak akan ada ketimpangan sosial.

Pola ini membantu para produsen menemukan kopi berkualitas sesuai selera pasar dan harga yang bersaing.

“Nantinya, kopi Batang lebih bisa dikenal dan mampu bersaing, baik kualitas maupun pamornya di pasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Sutadi menerangkan, selama ini pihaknya telah intens melakukan pembinaan kepada petani. 

“Nantinya akan lebih memaksimalkan pembinaan saat pascapanen, dengan memperhatikan skala prioritas,” terangnya.

Perwakilan Batang Coffee, Ma'ruf mengatakan, sebanyak 3 ribu petani telah dibina dan mampu menghasilkan 2 ribu ton kopi.

Namun, masih menemukan kendala karena petani menjualnya secara mandiri. 

“Walaupun hasil panen petani banyak, tapi lebih dari 50 persen, kopi kami diambil produsen Temanggung,” ujar dia.

Di sisi lain, ia mengakui, hasil panen beberapa waktu ini, mengalami penurunan karena faktor cuaca yang tidak menentu.

Apalagi para petani juga harus berhadapan dengan pencuri kopi. Mereka bahkan harus menyewa penjaga kebun agar tidak dicuri menjelang panen.

Ia mengharapkan, Pemda lebih mengintensifkan pembinaan kepada para petani agar menghasilkan kualitas dan harga yang layak. 

“Selama ini kami lebih cenderung bergerak secara mandiri untuk membina petani Tombo, bahkan pembinaan kami sudah menjangkau luar daerah,” tandasnya. (yan/ida)

 

 

Editor : Ida Nor Layla
#pkk #batang #kopi