Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Persibat Gagal Naik Liga 3, Manager Mundur hingga Manajemen Dihadiahi Bentangan Spanduk Protes

Riyan Fadli • Jumat, 16 Mei 2025 | 01:59 WIB
PROTES: Spanduk protes terkait gagalnya Persibat Batang di babak 16 besar Liga 4 Nasional.
PROTES: Spanduk protes terkait gagalnya Persibat Batang di babak 16 besar Liga 4 Nasional.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Langkah tim kebanggan masyarakat Batang, Persibat Batang terhenti di babak 16 besar Liga 4 Nasional 2024/2025.

Setelah Laskar Alas Roban mengalami dua kekalahan dan hanya mendapatkan satu poin dari satu kali hasil imbang.

Karena cuma dapat satu poin, Persibat harus mengubur mimpi untuk naik kasta ke Liga 3 musim depan.

Baca Juga: Akhirnya Persibat Lolos 16 Besar Liga 4 Nasional

Sebelumnya Persibat kalah 1-2 lawan PSMP Mojokerto, lalu kalah 1-0 lawan Persitara Jakarta Utara, dan bermain imbang 1-1 lawan Batavia FC.

Hasil buruk ini juga berakhir pada mundurnya manajer tim, Panggah, dari jabatannya.

Pengunduran diri Panggah disampaikan melalui akun Instagram resmi Persibat Batang pada Selasa 13 Mei 2025.

Baca Juga: Persibat Pastikan Tiket Babak 32 Besar Usai 2 Kali Menang

"Saya selaku manajer tim Persibat, memohon maaf sebesar-besarnya atas hasil yang tidak sesuai harapan. Dengan ini, saya mengundurkan diri dari jabatan manajer tim," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Kekecewaan pun meluap dari para pendukung. Sejumlah spanduk protes membanjiri Stadion Moh Sarengat Batang, juga di depan mess pemain. 

Berbagai tulisan bernada sindiran ditulis dengan spidol dan cat semprot di atas kain maupun MMT bekas berwarna putih.

Beberapa di antaranya berbunyi, "Penting konten daripada naik kasta" #GiveTikTok. 

"Persibat rak butuh juara, TikTok nomor satu, bajingan!"

"Kalah bangga"

"Manajemen Bobrok"

Selain itu, berkaitan dengan laporan keuangan. Hingga saat ini pendapatan Persibat tidak bisa menutup biaya operasional.

Baik dari penonton saat laga kandang, maupun dari sponsor. Malah justru manajemen harus tombok agar Persibat tetap bisa bertanding. 

"Pendapatan dan pengeluaran masih kita perinci lagi, sebentar lagi kita umumkan. Jelas nombok," tandasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#liga 4 nasional #16 besar #laskar alas roban #persibat batang