Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pahlawan Nasional dari Batang Kenalkan Paham Kemerdekaan Berarti Membangun Lewat Jalur Dakwah, Jauh Sebelum Kemerdekaan

Riyan Fadli • Selasa, 12 Agustus 2025 | 23:57 WIB
DISKUSI: Suasana diskusi menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia oleh Omah Tanbihun di Pendopo Kabupaten Batang.
DISKUSI: Suasana diskusi menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia oleh Omah Tanbihun di Pendopo Kabupaten Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-80, Omah Tanbihun menggali kembali nilai-nilai perjuangan tokoh bangsa.

Kegiatan yang digelar beberapa waktu lalu di Pendopo Kabupaten Batang tersebut, dikhususkan untuk meneladani spirit perjuangan tokoh Pahlawan Nasional dari Kabupaten Batang, KH Ahmad Rifa'i.

Kegiatan ini diikuti berbagai komunitas dan para pegiat literasi serta sejarah di Kabupaten Batang hingga Pekalongan.

Salah satu hal yang menarik dari forum diskusi ini adalah pengenalan konsep kemerdekaan lewat gerakan santri yang dilakukan seratusan tahun sebelum kemerdekaan tahun 1945.

Slamet Siswadi, salah satu tokoh masyarakat, saksi sejarah perjuangan menjadikan KH Ahmad Rifa'i sebagai Pahlawan Nasional menjelaskan, 192 tahun lalu KH Ahmad Rifa'i sudah menyebarkan paham kemerdekaan.

Salah satunya dalam kutipan karyanya, kitab Abiyannul Hawaij, disebutkan, mukmin bungkuk utomo nandur jagung, tinimbang mukmin bungkuk ngawulo ing tumenggung. Alim soleh merdeko ingkang agung, agawe kuto daerah yen biso langsung.

"Merdeka berarti membangun. Ternyata ajaran KH Ahmad Rifa'i dari Kalisalak, lebih dulu mendengungkan kata merdeka," ujarnya.

Dari ajaran-ajarannya, gerakan kemerdekaan disisipkan untuk melawan penjajahan. Di mana pemimpin daerah saat itu bersekutu dengan Kolonialisme Belanda.

Kutipan kitab Abiyannul Hawaij di atas bisa dipahami bahwa masyarakat harus bisa membangun daerahnya sendiri. Tanpa ada intervensi penjajah Belanda.

"Di samping mencerdaskan keagamaan pada masyarakat, mereka juga mempunyai konsepsi merdeka. Ini terbukti dari karya-karyanya," imbuhnya.

Ketua PD Rifa'iyah Kabupaten Batang, H Nur Khamid pun berharap, anak-anak muda bisa meneladani KH Ahmad Rifa'i dari segi produktivitasnya.

Terutama dalam hal menulis, di mana pada zaman kolonial saja beliau bisa menulis hingga 66 kitab.

Menurutnya, perjuangan dengan pena itu akan lama dan lebih membekas sepanjang masa dibandingkan dengan perjuangan fisik. Ketika perjuangan dengan bentuk karya tulis, akan dibaca sepanjang masa.

"Harapannya, mengenang dan masyarakat Kabupaten Batang mengetahui perjuangan beliau sebagai sosok pahlawan nasional yang berada di Kabupaten Batang," tandasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#pahlawan nasional #kemerdekaan #batang #membangun