Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Dengar “Bisikan Gaib”, Pria Muda di Gringsing Ditemukan Tewas Tergantung

Lutfi Hanafi • Minggu, 16 November 2025 | 04:10 WIB

GANTUNG DIRI : Rumah kontrakan di dukuh Tlahap desa Kutosari Gringsing tempat Muh Arif gantung diri pada Sabtu (15/11/2025)
GANTUNG DIRI : Rumah kontrakan di dukuh Tlahap desa Kutosari Gringsing tempat Muh Arif gantung diri pada Sabtu (15/11/2025)

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Suasana tenang di sebuah rumah kontrakan di Dukuh Tlahap, Desa Kutosari, Gringsing, Kabupaten Batang, mendadak berubah mencekam Sabtu pagi 15 November 2025.

Seorang pria bernama Muh Arif, 32, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam kamarnya.

Temuan ini bukan hanya menyisakan duka, tetapi juga membuka kembali potret kelam tentang perjuangan seseorang melawan gangguan kesehatan mental.

Baca Juga: Nasib Menggantung, Setahun Menanti Listrik, Kini PLN ULP Pekalongan Siap Bereskan

Korban pertama kali ditemukan oleh kakaknya, Dela Latifah, yang tinggal bersama ibu dan adiknya itu selama setahun terakhir.

Pagi itu, ia bermaksud membangunkan Arif yang tak kunjung keluar kamar.

Namun saat pintu dibuka, pemandangan memilukan langsung membuatnya menjerit.

Baca Juga: Ibu Korban Jadi Tersangka Tapi Tak Ditahan, Babak Baru Kasus Bunuh Diri Massal di Pantai Sigandu

“Saya kaget lihat adik sudah tergantung. Langsung saya panggil ibu,” tuturnya dengan suara bergetar.

Menurut penuturan keluarga, Arif telah lama mengeluhkan suara-suara asing yang dirasakannya seperti “bisikan” yang tidak didengar orang lain.

Kondisi itu mulai muncul setelah ia mengalami cedera benturan kepala ketika masih kecil.

Baca Juga: Ajak Dua Anaknya Bunuh Diri di Pantai Sigandu, Sang Ibu Malah Selamat

Sejak itu, Arif beberapa kali didiagnosis mengalami gangguan psikotik (schizophrenia) dan menjalani perawatan.

Surat keterangan medis yang dimiliki keluarga menguatkan hal tersebut.

“Malam sebelum kejadian, dia bilang mau bunuh diri. Kami kira dia hanya mengulang perkataan yang sering dia ucapkan ketika kambuh,” ujar Dela.

Baca Juga: Musim Hujan Datang, RSUD Bendan Alami Lonjakan Pasien dan Waspadai Penyakit DBD

Gangguan yang diderita Arif membuatnya kesulitan bekerja dan beraktivitas seperti orang pada umumnya.

Sifatnya kerap berubah, sering gelisah, dan kadang mengamuk membuat keluarga terus mengawasi kondisinya.

Petugas Polsek Gringsing bersama anggota Koramil 03 dan tim medis segera melakukan pemeriksaan di lokasi.

Baca Juga: Redbox Gaet Threesixty, Konser “Tentang Kita” Jadi Panggung Besar Musisi Lokal

Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan fisik.

Polisi pun menyimpulkan bahwa kejadian tersebut murni tindakan bunuh diri.

Pihak keluarga kemudian menolak otopsi dan memilih untuk segera memakamkan korban di pemakaman umum Desa Kutosari.

 Baca Juga: Pemuda Dlimas Ditemukan Meninggal Dunia di Sumur Tua Diduga Bunuh Diri

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bahwa gangguan kesehatan mental bukan persoalan sepele.

Bisikan yang dianggap “gaib” oleh sebagian orang, dalam dunia medis sebenarnya adalah bagian dari gejala halusinasi yang membutuhkan penanganan serius.

Ketidaktahuan dan stigma kerap membuat keluarga kebingungan menghadapi situasi tersebut.

Baca Juga: Berkat Kolaborasi Hebat, Inggit Soraya Raih Penghargaan Bunda PAUD Nasional 2025

Di tengah duka yang menyelimuti keluarga, kisah Arif menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda gangguan mental yang bisa berujung fatal bila tidak ditangani.

Di musim ketika tekanan hidup semakin berat, dukungan lingkungan dan akses layanan kesehatan jiwa adalah kunci pencegahan tragedi serupa. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#tergantung #Gringsing #gangguan mental #tewas #bisikan gaib #Kabupaten Batang