METROPEKALONGAN.COM, Batang – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Batang bergerak cepat mengatasi pendangkalan parah di Muara Sungai Sambong, kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor.
Pengerukan (dredging) menggunakan alat berat ini dilakukan demi kelancaran logistik laut sekaligus mitigasi bencana banjir di musim penghujan.
Plt Kepala DKP Batang, Agung Wisnu Bharata menjelaskan, sedimentasi di titik tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan menghambat aktivitas nelayan.
“Jadi hari ini kita pengecekan langsung ke lokasi pengerukan di muara sungai sambong tepatnya di TPI Klidang Lor. Karena ini sudah dangkal, kedalamannya mungkin sudah 1 meter sehingga kapal tidak bisa masuk,” ucapnya.
Dangkalnya muara selama ini menjadi momok bagi para nelayan. Kapal pengangkut hasil laut kerap kandas dan harus ditarik menggunakan jasa tambahan untuk bisa bersandar di dermaga. Hal ini otomatis membengkakkan biaya operasional melaut.
Agung menegaskan, normalisasi ini adalah solusi konkret pemerintah daerah untuk meringankan beban nelayan.
“Tujuan pengerukan itu untuk mempermudah lalu lintas kapal, baik yang masuk maupun keluar. Kalau tidak dikeruk itu kapalnya nanti ditarik, itu memerlukan biaya yang cukup banyak tambahan bagi nelayan,” jelasnya.
Selain aspek ekonomi, pengerukan sepanjang kurang lebih 300 meter ini juga menjadi strategi vital menghadapi puncak musim hujan.
Kelancaran arus sungai menuju laut menjadi kunci agar pemukiman di sekitar bantaran sungai tidak terendam luapan air.
“Dengan muara yang lebih dalam, kapasitas tampung dan laju air diharapkan meningkat drastis. Kemudian juga musim hujan dan banjir, air mengalir ke laut juga sangat tinggi sekali. Kalau ini dikeruk, nanti insyaallah, air hujannya cepat mengalir ke laut untuk meminimalisir banjir di wilayah Sungai Sambong,” harap Agung.
Pihaknya menargetkan normalisasi ini berjalan intensif. Pada tahap awal bulan ini, pengerukan akan dikebut selama 15 hari untuk mengejar volume kedalaman ideal.
“Jadi setiap tahun kita ada 75 hari kegiatan pengerukan ini. Bulan pertama, 15 hari pengerukan. Langkah cepat ini diharapkan tidak hanya memperlancar sirkulasi kapal di TPI Klidang Lor, tetapi juga memberikan rasa aman bagi warga Sambong dari ancaman banjir tahunan,” pungkasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla