METROPEKALONGAN.COM, Batang – Tumpukan sampah di sejumlah titik di Kabupaten Batang mengalami lonjakan drastis.
Lonjkan produksi sampah bahkan terjadi sebelum lebaran. Tak tanggung-tanggung, volume sampah naik hingga lebih dari dua kali lipat dibanding hari biasa.
Kondisi ini membuat pahlawan kebersihan atau yang akrab disapa Pasukan Kuning harus bekerja ekstra keras demi menjaga wajah kota.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, Rusmanto, mengungkapkan fenomena "banjir" sampah ini terjadi merata di berbagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Berdasarkan laporan dari mandor UPTD dan TPA, angka tumpukan sampah rumah tangga yang masuk melonjak tajam.
“Laporan dari mandor TPA, biasanya sampah masuk sekitar 150 ton. Menjelang Lebaran, jumlahnya mambludak sampai 300 ton lebih,” ucapnya.
Kenaikan volume sampah hingga 100 persen ini paling kentara di area vital seperti pasar tradisional dan pusat kota.
Di Pasar Batang misalnya, jika biasanya cukup ditangani dengan dua rit (pengangkutan) sehari, kini harus digenjot hingga lima kali lipat.
“Kondisi serupa terjadi di titik kontainer dekat DPC PDI Perjuangan, disana biasanya dua kontainer cukup, sekarang sudah penuh dan mambludak. Terpaksa kami tambah dua dump truck untuk mengangkut sisanya,” jelasnya.
Untuk menyiasati penumpukan sampah di wilayah padat seperti Batang Kota, DLH Batang menerapkan strategi jemput bola.
Armada dari rute yang beban sampahnya lebih ringan, seperti kawasan Bandar, ditarik dan diperbantukan ke pusat kota.
“Meski armada telah dikerahkan secara maksimal, bahwa kecepatan pengangkutan mungkin belum bisa mengimbangi kecepatan produksi sampah rumah tangga yang luar biasa menjelang hari raya,” terangnya.
Atas kondisi tersebut, Rusmanto secara terbuka meminta permakluman dari warga Batang.
“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanannya. Tapi kami berkomitmen penuh untuk menyelesaikan pengambilan sampah ini sampai tuntas,” tegas Rusmanto.
Di balik bersihnya Kota Batang saat Lebaran, ada dedikasi yang ditunjukkan oleh Pasukan Kuning.
Saat masyarakat lain menikmati libur panjang dan kumpul keluarga, para pejuang kebersihan ini tetap bersiaga penuh di lapangan. Mereka rela hanya mengambil jeda sesaat untuk beribadah.
"Biasanya menjelang Idulfitri, mereka liburnya pas salat Ied saja. Setelah itu, sorenya langsung bergerak lagi menyelesaikan sampah,” ujar dia.
Meski tidak menjanjikan bonus nominal khusus menjelang Lebaran ini, Rusmanto memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas loyalitas Pasukan Kuning yang bekerja siang-malam tanpa lelah demi menyambut hari kemenangan.
“Apresiasinya adalah kebanggaan. Mereka sudah luar biasa bekerja, dan kami sangat menghargai dedikasi itu,” pungkasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla