Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Jadi Korban Pelecehan Ayah Kandung, Korban Hilang saat Visum 

Riyan Fadli • Rabu, 17 Juni 2026 | 19:18 WIB
Kuasa hukum korban pencabulan, Zaenudin
Kuasa hukum korban pencabulan, Zaenudin

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Warga Kabupaten Batang tengah digemparkan oleh sebuah kasus dugaan kekerasan seksual yang sangat memilukan di Kecamatan Bawang.

Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan beredarnya sebuah rekaman suara yang berisi rintihan seorang remaja perempuan.

Rekaman menyayat hati tersebut diduga kuat merupakan suara korban saat dipaksa melayani nafsu bejat ayah kandungnya sendiri.

Kasus yang menimpa seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Batang ini kini tengah dalam penanganan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Batang.

Ironisnya, di tengah upaya mencari keadilan, korban justru dilaporkan hilang secara misterius sesaat sebelum menjalani visum.

Kuasa hukum korban, Zaenudin dan Didik Pramono membeberkan kronologi kelam yang menimpa kliennya.

Menurutnya, awal mula petaka tersebut terjadi pada tahun 2024 silam. Saat itu, korban tinggal berdua dengan ayah kandungnya karena sang ibu bekerja di luar kota, tepatnya di Tangerang.

"Kejadiannya sekitar dua tahun lalu. Saat anak ini mau berangkat sekolah dan diberi uang saku, ayahnya memaksa korban masuk ke kamar. Anak tersebut dipeluk, tapi pelukannya berbeda, ada rasa nafsu. Sejak saat itu korban merasa terancam," ungkap Zaenudin saat dikonfirmasi, Rabu 17 Juni 2026.

Puncak dari aksi bejat tersebut terjadi ketika korban yang merasa ketakutan selalu berusaha pulang terlambat untuk menghindari sang ayah.

Namun nahas, saat korban pulang saat magrib, sang ayah justru membuntutinya dari belakang, menyekapnya di dalam kamar, lalu memaksa dan menyetubuhi darah dagingnya sendiri.

"Korban sudah berontak dan menolak, tapi namanya anak di bawah umur, masih sekolah, jelas kalah tenaga dengan orang tuanya," lanjut Zaenudin.

Aksi tidak senonoh itu tidak hanya terjadi sekali. Berselang seminggu, pelaku kembali mengulangi perbuatannya.

Saat hendak melakukan aksinya yang ketiga kali, korban berhasil melarikan diri setelah memergoki ayahnya saat baru saja membuka pintu rumah.

Mirisnya, untuk menutupi aksi bejatnya, pelaku diduga sengaja memutarbalikkan fakta.

Pelaku sempat menelepon ibu korban yang berada di Tangerang dan menuduh anaknya sering keluyuran.

"Ayahnya ini telepon istrinya, seolah-olah anaknya ini yang tidak benar karena sering pulang magrib. Padahal, dia (korban) pulang terlambat itu karena takut dan menghindari ayahnya di rumah," tegasnya.

Kasus ini akhirnya mencuat ke permukaan setelah ibu korban pulang ke Batang. Korban yang sudah tidak tahan akhirnya menceritakan seluruh kejadian kelam tersebut.

Mendengar pengakuan putrinya, sang ibu didampingi kuasa hukum langsung melaporkan kasus ini ke Polres Batang pada bulan Mei 2026 lalu.

Namun, drama kembali terjadi. Saat kepolisian mengarahkan korban untuk melakukan visumbsebagai alat bukti, korban tiba-tiba menghilang.

"Anak tersebut hilang pas di halaman parkiran RSUD Kalisari. Sampai hari ini belum diketahui keberadaannya. Dugaan kuat kami, indikasinya dia disembunyikan oleh pihak keluarga ayah kandungnya," beber Zaenudin.

Kini, tim kuasa hukum terus mendesak pihak Polres Batang untuk bergerak cepat mengusut tuntas perkara ini dan segera menemukan keberadaan korban.

"Harapan kami kepada pihak Polres agar segera memproses kasus ini secepatnya. Sangat kasihan korban, apalagi terduga pelakunya adalah ayah kandungnya sendiri," pungkasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#ayah kandung #batang #kekerasan seksual