METROPEKALONGAN.COM, Batang– Upaya meningkatkan kualitas produk kopi lokal di Kabupaten Batang terus digenjot. Salah satunya melalui terobosan unik yang diperkenalkan kepada Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Perempuan, yakni teknologi roasting (sangarai) kopi berbahan tembikar. Acara ini digelar di WE Coffee & Tea, Kecamatan Limpung.
Arifin, seorang praktisi kopi sekaligus inovator alat roasting tembikar asal Bogor, Jawa Barat, membagikan pengetahuan serta pengalaman praktisnya secara langsung kepada para petani perempuan di Batang.
Di hadapan peserta, Arifin menjelaskan bahwa inovasi alat roasting tembikar ini sukses menggabungkan prinsip penyangraian kopi modern dengan kearifan lokal. Secara teknis, media tembikar mampu menyerap dan melepaskan panas dengan sangat stabil. Efeknya, proses penyangraian berlangsung lebih merata dan sukses menghasilkan biji kopi dengan karakter rasa, aroma, dan body yang lebih khas dibandingkan metode konvensional.
“Penggunaan tembikar bukan sekadar menghadirkan cara baru dalam menyangrai kopi, tetapi juga menjadi upaya mengangkat kembali nilai-nilai lokal dalam industri kopi Indonesia. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif teknologi yang mudah diterapkan oleh kelompok usaha masyarakat karena relatif sederhana, efisien, dan mampu meningkatkan kualitas produk,” jelasnya.
Tak hanya diajarkan cara menyangrai kopi dengan tembikar, peserta juga dibekali materi yang komprehensif dari hulu ke hilir. Mulai dari teknik budidaya kopi yang baik, penanganan pascapanen, teknik fermentasi Wine Process, sortasi green bean, packaging (pengemasan), hingga strategi menghitung nilai ekonomi usaha kopi mulai dari buah ceri (coffee cherry) hingga menjadi kopi siap konsumsi.
Baca Juga: Hidden Gem di Kabupaten Batang, Sensasi Ngopi di Atas Awan Desa Tombo
Pelatihan terpadu ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan perwakilan dari lima KUPS Perempuan potensial di Kabupaten Batang. Kelima kelompok tersebut meliputi KUPS Lembah Wangi (Desa Tombo), KUPS Melati Sejahtera (Desa Pesantren), KUPS Nandita Bismo Sejahtera (Desa Bismo), KUPS Ganesha Mulia 3 (Desa Silurah), dan KUPS Wonolestari Tiga (Desa Sodong).
Perwakilan dari Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) menegaskan bahwa agenda ini dirancang untuk memberdayakan perempuan di sektor perhutanan sosial agar lebih mandiri dan berdaya saing.
“Melalui kegiatan ini, PUPUK berharap anggota KUPS Perempuan mampu menguasai teknologi pengolahan kopi yang inovatif sehingga dapat menghasilkan produk kopi berkualitas tinggi dengan nilai jual yang lebih baik. Pengembangan inovasi roasting tembikar diharapkan menjadi salah satu identitas baru kopi Perhutanan Sosial Kabupaten Batang sekaligus memperkuat peran perempuan dalam membangun usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing,” terangnya.(yan/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan