METROPEKALONGAN.COM, Batang — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Kabupaten Batang terus berinovasi dalam memperluas akses literasi bagi masyarakat di tengah keterbatasan fisik perpustakaan. Salah satu langkah strategis yang dioptimalkan adalah pengembangan aplikasi layanan baca digital berbasis gawai, yakni e-Perpus Batang.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Kabupaten Batang, Budiono melalui Pustakawan Ahli Pertama Disperpuska Kabupaten Batang, Nur Seto, menjelaskan, keberadaan aplikasi digital ini menjadi solusi modern, khususnya bagi pelajar tingkat SMP dan SMA serta masyarakat umum yang memiliki mobilitas tinggi.
"Untuk kondisi fisik kan sekarang terbatas ya. Terus untuk menarik minat anak muda, saat ini bisa menggunakan e-book sebagai solusi sekolah-sekolah dalam pengembangan perpustakaan," ujarnya, Selasa 8 September 2026.
Aplikasi e-Perpus Batang ini bisa diunduh secara gratis melalui Google Playstore. Melalui platform digital ini, masyarakat dapat menikmati lebih dari seribu koleksi buku digital dari berbagai kategori.
Baca Juga: Kementerian PU Beri Lampu Hijau, Gringsing Segera Disulap Jadi Kota Baru
Beragam jenis bacaan tersedia di dalam aplikasi, mulai dari buku cerita anak, buku pelajaran, buku pengayaan, hingga literatur seputar pelatihan dan teknik budidaya.
Meski demikian, pihak Disperpuska terus berupaya memperkaya variasi bacaan, termasuk merencanakan integrasi buku-buku muatan lokal khas Batang ke depannya. Selain itu, e-katalog yang sebelumnya diandalkan masih belum bisa diakses masyarakat karena serangan siber sejak zaman Covid.
"Koleksinya ya seribuan lebih sih. Sebenarnya e-katalog itu juga perlu karena masyarakat sebelum datang ke Perpusda biasanya mencari referensi buku melalui e-katalog yang menampilkan koleksi fisik di Kabupaten Batang," tambahnya.
Sistem Peminjaman Praktis ala iPusnas
Dari segi penggunaan, e-Perpus Batang dirancang mirip dengan aplikasi perpustakaan digital nasional populer lainnya. Pengguna cukup melakukan pendaftaran akun melalui tautan yang disediakan, melakukan verifikasi email, dan langsung bisa meminjam bahan pustaka yang diinginkan.
Sistem di dalam aplikasi memberlakukan batas peminjaman maksimal 3 eksemplar buku dalam kurun waktu 7 hari. Menariknya, sistem pengembalian buku berjalan otomatis tanpa harus repot mengurus administrasi manual. Apabila buku yang diminati sedang dipinjam oleh pembaca lain, sistem secara otomatis akan menempatkan pengguna dalam daftar antrean (waiting list).(yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan