Gunung Sampah di TPA Randukuning Terbakar, Petugas Berjibaku Sehari Semalam

Riyan Fadli • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 09:46 WIB
PEMADAMAN: Petugas saat memadamkan titik api yang masih keluar asap.
PEMADAMAN: Petugas saat memadamkan titik api yang masih keluar asap.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Batang memicu kebakaran gunung sampah setinggi sekitar 10 meter di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Randukuning, Kecamatan Kandeman.

Api yang pertama kali muncul pada Minggu 13 September 2026 siang tersebut menghanguskan sekitar 5.000 meter persegi lahan di area sisi barat TPA.

Kepala Satpol-PP Kabupaten Batang, Haryono, yang membawahi Damkar menegaskan bahwa tim gabungan telah dikerahkan secara maksimal untuk mengendalikan amukan si jago merah.

"Kami mengerahkan 3 armada pemadam kebakaran, dibantu personel dari BPBD, Kodim, serta Polri. Total ada kurang lebih 50 orang personel yang diterjunkan ke lokasi," ungkapnya, Senin 14 September 2026.

Lokasi titik api terpusat di Sel A, yang merupakan area lama dan sudah tidak aktif digunakan untuk pembuangan sampah. Senin pagi, beberapa titik api masih terlihat mengepulkan asap di area gunungan sampah yang telah dipadamkan.

Petugas pun masih sibuk menyemprot area yang masih mengepulkan asap tersebut untuk mencegah api kembali muncul.Asap tipis pun sampai menyelimuti Batang Kota, imbas kebakaran. Pemadaman sendiri ditargetkan rampung pada hari Senin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, Rusmanto, menjelaskan bahwa laporan kebakaran pertama kali diterima dari petugas keamanan TPA sekitar pukul 13.30 WIB. 

Permukaan Sel A yang sebelumnya telah ditutup tanah, kini ditumbuhi rumput serta semak yang mengering akibat kemarau, sehingga membuat api dengan cepat menjalar. Proses pemadaman di lapangan tidak lepas dari kendala teknis. 

 

"Untuk kendala hanya air, karena lokasi ini jauh dari air dan sekarang juga musim kering," jelas Haryono.

Meski demikian, suplai bantuan air dari armada BPBD berhasil mengatasi masalah tersebut sehingga operasional pemadaman berjalan lancar. Haryono menargetkan proses pemadaman dapat rampung sepenuhnya pada sore hari ini.

Ia juga menjamin bahwa api tidak akan merembet ke area perkebunan warga karena penanganan intensif yang terus dilakukan petugas.

Di sisi lain, karakter kebakaran lahan sampah memiliki tantangan tersendiri yang membuat petugas harus ekstra waspada.

Rusmanto menyoroti potensi keberadaan gas metan di bawah timbunan sampah yang dapat memicu api kembali berkobar meski permukaan terlihat sudah padam. 

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api di Sel A masih belum dapat dipastikan oleh DLH. Langkah antisipatif jangka panjang telah disiapkan, salah satunya dengan menambah ketebalan lapisan tanah penutup di atas tumpukan sampah lama agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebagai informasi, TPA Randukuning memiliki luas total sekitar 2,7 hektare, di mana 64 persen di antaranya telah berstatus ditutup.

Menyikapi kondisi rawan di tengah kemarau panjang, Haryono mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat.

"Himbauan untuk masyarakat, kita harus lebih hati-hati dan waspada. Dengan musim kemarau yang sangat panjang ini, lahan maupun tempat-tempat yang rawan kebakaran akan mudah terbakar," tegasnya.(yan)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
kebakaran TPA Randukuning sampah batang